Siak – Menyambut Tahun Baru 2026, Bupati Siak mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak menggelar perayaan hura-hura. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi daerah yang saat ini tengah menghadapi ancaman bencana banjir di sejumlah wilayah.
Bupati menyebutkan, beberapa kecamatan di Kabupaten Siak sudah terkepung banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Selain faktor alam, banjir juga diperparah oleh aktivitas manusia, khususnya alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Negeri kita sedang dikepung ancaman bencana. Karena itu, saya mengimbau masyarakat agar tidak menggelar pesta hura-hura saat malam pergantian tahun. Lebih baik kita meningkatkan kepedulian sosial,” ujar Bupati Siak.
Ia mengajak masyarakat untuk saling tolong-menolong dan bahu-membahu membantu warga yang terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Siak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan tenda evakuasi di KM 28 Jalan Siak–Buton sebagai lokasi pengungsian sementara.
Selain itu, Pemkab Siak bekerja sama dengan Baznas juga telah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban banjir. Pelayanan kesehatan gratis turut disediakan, dengan prioritas bagi lansia, perempuan, dan anak-anak.
Bupati Siak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik relawan, aparat, maupun masyarakat, yang terus mendampingi dan membantu warga dalam menghadapi musibah tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih dapat terjadi.