Siak – Di usia ke-27 Kabupaten Siak, potret ketimpangan pembangunan masih nyata dirasakan warga di wilayah pelosok.
Hal itu terlihat jelas saat Bupati Siak Afni mengunjungi Kecamatan Sungai Mandau pada akhir tahun 2025. Akses jalan utama menuju kecamatan tersebut rusak parah dan berlumpur, hingga kendaraan yang ditumpangi Bupati sempat terperosok.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah besarnya potensi ekonomi Sungai Mandau. Kawasan tersebut dikelilingi perkebunan akasia yang selama ini menjadi sumber keuntungan perusahaan-perusahaan pemegang izin konsesi. Namun, manfaatnya belum berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur dasar yang dinikmati masyarakat, khususnya perbaikan jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Bupati Afni secara jujur menggambarkan kondisi lapangan.
“Macam tu lah situasinya…” tulisnya singkat, namun sarat makna. Ungkapan tersebut mencerminkan realitas yang selama ini dihadapi warga Sungai Mandau: akses sulit, keterbatasan fasilitas, dan minimnya perhatian.
Dalam kunjungan itu, Afni turut mengajak anak-anaknya. Muhammad, yang sedang dalam kondisi demam, serta kakaknya Hanina, tetap menemani. Menurut Afni, perjalanan tersebut menjadi sarana pembelajaran tentang empati dan rasa syukur, sekaligus memperlihatkan langsung kehidupan masyarakat di daerah terpencil.
Tak hanya soal jalan, persoalan keamanan dan kenyamanan hidup warga juga menjadi sorotan. Rombongan Bupati terpaksa berpindah ke lokasi yang lebih aman dan tidak dapat berkemah di dekat kawasan hutan. Pasalnya, di dusun tersebut baru saja terjadi konflik satwa liar, di mana harimau memangsa ternak warga dan kawanan gajah terlihat berkeliaran di sekitar permukiman.
“Beginilah kondisi kampung-kampung yang berada di tengah kepungan izin konsesi,” tulis Afni. Hingga kini, sejumlah desa masih belum menikmati listrik secara permanen dan hanya mengandalkan genset untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan harapan. Memasuki hari pertama tahun 2026, bantuan pendidikan berupa laptop disalurkan ke SDN 11 Dusun Bedeng, melengkapi bantuan Smart TV yang sebelumnya telah diterima sekolah tersebut.
Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta memotivasi guru dan tenaga kependidikan.
Kunjungan kerja ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota. Jalan rusak Sungai Mandau adalah pengingat bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dan pemerataan pembangunan masih harus diperjuangkan, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok Kabupaten Siak.(MN2)