Siak – Di tengah persoalan sampah yang kian menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kenyamanan lingkungan, kehadiran negara kembali ditegaskan melalui peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Melalui kegiatan Karya Bakti TNI Zero Waste, jajaran Kodim 0322/Siak tampil memimpin langsung aksi penanganan sampah di sejumlah titik strategis Kota Siak, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat. Saat persoalan sampah menumpuk dan berdampak luas, TNI hadir sebagai penggerak solusi di lapangan.
Ratusan personel gabungan dikerahkan dalam satu komando, terdiri dari TNI AD, Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP, unsur kecamatan, mahasiswa, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan seperti LAM, FKPPI, dan Pemuda Pancasila. Sinergi lintas sektor ini mencerminkan kepemimpinan teritorial TNI yang mampu menyatukan seluruh elemen untuk kepentingan publik.
Dengan dukungan armada angkut sampah, mobil crane pemotong pohon, mesin babat rumput, serta berbagai peralatan kebersihan, aksi Zero Waste menyasar kawasan vital seperti Pasar Belantik, Jembatan Kaca, dan ruas jalan utama kota.
Sampah yang menumpuk, rumput liar, serta ranting pohon dibersihkan secara menyeluruh, mengubah wajah lingkungan menjadi lebih tertata dan layak bagi masyarakat.
Kasdim 0322/Siak Mayor Inf Indra M. Samosir menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan persoalan sampah merupakan bagian dari pembinaan teritorial dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Negara harus hadir dalam setiap persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Sampah bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi ancaman kesehatan dan kualitas hidup.
Melalui Zero Waste, TNI ingin menunjukkan kepemimpinan sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bertanggung jawab bersama,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan penanganan lingkungan tidak dapat diserahkan kepada pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan partisipasi kolektif.
Dalam konteks itu, TNI hadir sebagai katalisator perubahan dan penguat ketahanan wilayah dari ancaman non-militer.
Karya Bakti TNI Zero Waste ini sekaligus memperkuat citra TNI sebagai institusi negara yang adaptif, responsif, dan relevan dengan tantangan zaman, serta menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah rakyat bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.
Pendim 0322/Siak