POLITIK – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Kabupaten Siak Ir. H. Irving Kahar Arifin, ST, ME, IPU, ASEAN Eng, menyampaikan paparan tentang konsep dan ideologi PDI Perjuangan, Rabu (04/03/2026) siang, saat berbincang bersama sejumlah insan pers di Siak.
“PDI Perjuangan adalah partai yang berideologi Pancasila yang berakar pada nasionalisme progresif dan marhaenisme. Inilah point penting yang perlu kami jelaskan kepada publik,” terang H Irving.
Sebelum lahirnya reformasi tahun 1998, partai peserta Pemilu di Indonesia hanya berjumlah Tiga partai saja, yakni Golkar, PPP, dan PDI.
Pasca reformasi, PDI di bawah kepemimpinan Megawati Soekarno Putri menambahkan sebutan untuk PDI menjadi PDI Perjuangan. Seiring berjalannya waktu mulai bermunculan partai-partai baru di tanah air. Bersamaan dengan itu, berbagai isu dan rumor negatifpun mulai menghantam citra/popularitas PDI Perjuangan.
“Kami ingin seluruh elemen masyarakat paham dengan konsep dan ideologi yang dianut oleh PDI Perjuangan. Ideologi PDI Perjuangan adalah Pancasila 1 Juni 1945, yang berakar pada nasionalisme progresif dan Marhaenisme ajaran Soekarno yang fokus pada pembelaan rakyat kecil (wong cilik). Sebagai partai nasionalis-sekuler, PDI Perjuangan menekankan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan,” jelas H Irving lagi.
Berikut adalah poin-poin kunci ideologi PDI Perjuangan:
Pancasila 1 Juni 1945:
PDI Perjuangan secara khusus berpegang pada rumusan dasar negara yang disampaikan Soekarno pada 1 Juni 1945.
Marhaenisme:
Paham yang membela kaum “Marhaen” (petani, buruh, dan pekerja miskin) melawan penindasan ekonomi.
Partai Nasionalis dan Wong Cilik:
PDI Perjuangan menempatkan diri sebagai pembela rakyat kecil dan memperjuangkan nasionalisme Indonesia.
Dalam implementasinya, PDI Perjuangan sangat menekankan kaderisasi yang berbasis pada pemahaman ideologi Pancasila dan pemikiran Bung Karno.
Visi Utama: Alat perjuangan untuk membangun karakter bangsa, mendidik kader yang berjiwa pelopor, dan berpihak pada kebenaran serta kepentingan rakyat banyak.
Tri Sakti: Berpegang teguh pada konsep Soekarno yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Sikap Politik: Saat ini memposisikan diri sebagai partai penyeimbang yang ideologis, tidak oposisi total maupun koalisi murni, untuk mengawal pemerintahan agar tetap sesuai konstitusi.
Ciri Organisasi: Partai yang terbuka bagi semua warga negara, berwatak kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
“Khusus di wilayah Kabupaten Siak, kerap terdengar di telinga seolah PDI Perjuangan dianggap sebagai partainya suku batak. Padahal anggapan seperti itu sama sekali tidak benar. PDI Perjuangan adalah partainya semua suku dan semua agama, karena berpegang pada konsep nasionalis,” jelas H Irving lagi.
Bagi H Irving, PDI Perjuangan adalah partai yang memiliki latar belakang sempurna, partai berlambang Banteng moncong putih itu didirikan oleh seorang tokoh besar bangsa yakni Ir. Soekarno yang merupakan bapak proklamator kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Dari tanah Melayu Siak ini, kita juga diberi seorang teladan besar perjuangan bangsa yaitu Sultan Syarif Kasim II yang merupakan sultan terakhir Kerajaan Siak Sri Indrapura. Beliau dengan ketulusan hati menyerahkan tahta, kekuasaan, bahkan hartanya untuk Republik Indonesia yang baru berdiri,” tegas H Irving lagi.
Menilik dari sejarah dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Sultan Syarif Kasim II itu, terdapat pelajaran penting yang mengajarkan kepada generasi bangsa tentang perlunya sebuah keberanian untuk mencapai sebuah tujuan dan cita-cita luhur.
“Inilah bukti bahwa nasionalisme sejati adalah keberanian berkorban demi persatuan dan kemerdekaan bangsa. Bung Karno mengobarkan api perjuangan dengan pikiran besar dan keberanian ideologis. Sedangkan Sultan Syarif Kasim II menguatkan kemerdekaan itu dengan pengorbanan nyata serta keteladanan moral. Artinya, Dua tokoh besar ini mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan tidak selalu harus di medan perang, tetapi juga di medan pengabdian dan ketulusan,” tegas H Irving lagi.
Menurut H Irving, nilai-nilai perjuangan yang telah ditunjukkan oleh para tokoh besar bangsa itu harus terus dihidupkan dalam diri para kader dan simpatisan PDI Perjuangan.
“Nilai-nilai pengorbanan itulah yang harus kita hidupkan pada PDI Perjuangan di Kabupaten Siak yang kita cintai ini. Harus tertanam dalam setiap diri ideologi yang kokoh, keperpihakan kepada rakyat kecil, serta pengabdian yang tulus tanpa pamrih,” sambung H Irving.
“Sebagai ketua DPC, saya memiliki tanggungjawab besar untuk memberikan pemahaman tentang ideologi dan konsep PDI Perjuangan kepada masyarakat luas. Di sinilah nantinya diperlukan pendidikan politik bagi setiap kader, khususnya bagi kader-kader yang ada di setiap kampung,” imbuh H Irving.
Dalam waktu dekat ini, lanjut H Irving, akan dilakukan perekrutan kader-kader untuk mengisi struktur pengurus di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Saat ini kami juga sedang fokus untuk membentuk kepengurusan di tingkat PAC. Bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari keluarga PDI Perjuangan kami persilahkan. Bagi kader-kader yang baru bergabung, nanti akan kami berikan pendidikan politik melalui seminar,” tutup H Irving.