INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Kadis Pariwisata Riau Dampingi Sekda dalam Tradisi Ayi Ayo Onam dan Ziarah Kubur di Kampar

KAMPAR — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kabupaten Kampar, Riau, saat tradisi turun-temurun Ayi Ayo Onam dan ziarah kubur kembali digelar. 

Tradisi yang sarat nilai religius dan budaya ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat, terutama para perantau yang pulang ke kampung halaman.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekat Perbatasan Dewa, turut mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si., dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Ayi Ayo Onam bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kuatnya ikatan kekeluargaan dan kecintaan terhadap tanah leluhur.

 Tradisi ini dirangkaikan dengan ziarah kubur, di mana masyarakat bersama-sama mendoakan sanak saudara yang telah berpulang. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi jembatan batin antara yang hidup dan yang telah tiada.

Menariknya, tradisi ini juga menjadi magnet bagi para perantau. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan dari negara jiran seperti Malaysia dan Singapura, demi merasakan kembali suasana kampung halaman dan mempererat tali silaturahmi yang mungkin lama terputus oleh jarak.

Kadis Pariwisata Riau menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi dan budaya unggulan di Provinsi Riau. Selain menjaga nilai-nilai kearifan lokal, tradisi ini juga mampu menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga identitas masyarakat yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Ini adalah kekuatan Riau dalam membangun pariwisata berbasis budaya dan religi,” ujarnya.

Ayi Ayo Onam dan ziarah kubur di Kampar kini semakin dikenal sebagai salah satu perhelatan budaya terbesar di Riau. Di balik kesederhanaannya, tersimpan makna mendalam tentang kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta nilai spiritual yang menguatkan jati diri masyarakat.

Di tanah yang sarat sejarah ini, setiap langkah dan doa menjadi pengingat bahwa akar budaya adalah fondasi yang tak boleh dilupakan, sekaligus harapan untuk terus menyatukan generasi, kini dan nanti.(MN2)