PEKANBARU — Dinamika pemberitaan yang berkembang terkait IP Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Pekanbaru dengan tokoh masyarakat belakangan ini diharapkan tidak semakin meruncing. Berbagai pihak mulai mengimbau agar polemik yang muncul disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan tabayyun (klarifikasi), serta menjunjung tinggi nilai persatuan.
Sebagaimana diketahui, klarifikasi yang disampaikan oleh pihak MPC PP Pekanbaru merupakan respons atas narasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan. Namun di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu utuh dan berimbang.
Ketua DPW FPN RI Riau, Syafri Teguh, turut angkat bicara. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat kedewasaan dalam menyikapi informasi.
“Kita semua tentu menginginkan suasana yang damai dan kondusif. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun jangan sampai menjadi pemicu perpecahan. Mari kita kedepankan adab, etika, dan semangat persaudaraan,” ujar Syafri Teguh.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip jurnalistik yang berimbang serta mengedepankan konfirmasi dari berbagai pihak sebelum sebuah informasi dipublikasikan. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai penyejuk, bukan sebaliknya.
Lebih lanjut, Ketua DPW Forum Pemersatu Nasional Republik Indonesia wilayah Riau: Syafri Teguh mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh organisasi, maupun insan pers untuk kembali pada nilai-nilai luhur budaya Melayu yang menjunjung tinggi kesantunan, musyawarah, dan kebijaksanaan.
“Dalam setiap persoalan, selalu ada jalan tengah jika kita mau duduk bersama. Jangan biarkan ego dan emosi mengaburkan akal sehat. Kita percaya, semua pihak memiliki niat baik untuk menjaga marwah daerah ini,” tambahnya.
Di tengah situasi ini, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam bermedia sosial, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari narasi yang berpotensi memecah belah.
Dengan semangat persatuan dan nilai religius yang menjadi landasan kehidupan masyarakat, diharapkan persoalan ini dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana. Sebab pada akhirnya, kedamaian dan keharmonisan adalah tanggung jawab bersama.