SIAK – Suasana haru menyelimuti keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Siak.
Di tengah tangis dan doa yang mengiringi langkah para tamu Allah, Bupati Siak, Afni, memilih hadir langsung—bukan sekadar melepas, tapi mengantar hingga ke Batam melalui jalur laut.
Dari Pelabuhan Buton, rombongan diberangkatkan menggunakan Kapal Feri Dumai Line.
Perjalanan panjang sekitar lima jam di atas laut bukan sekadar perjalanan biasa—ini menjadi momen penuh makna antara pemimpin dan rakyatnya.
Di dalam kapal, pemandangan tak biasa terlihat. Bupati Afni tidak duduk terpisah. Ia larut di tengah jemaah, menyapa satu per satu, mendengarkan cerita, bahkan ikut merasakan getaran haru yang tak terbendung.
Beberapa jemaah tampak meneteskan air mata. Doa-doa lirih terdengar, memohon keselamatan hingga ke Tanah Suci. Di momen itu, kehadiran seorang bupati bukan lagi soal jabatan—tapi tentang kepedulian yang nyata.
Tak hanya itu, Bupati juga sempat berbincang serius dengan kapten kapal, memastikan perjalanan benar-benar aman.
Tidak ada ruang untuk kelalaian—karena yang diantar bukan sekadar penumpang, melainkan tamu Allah yang akan menunaikan ibadah suci.
Perjalanan laut dari Buton menuju Batam pun akhirnya ditempuh dengan penuh khidmat. Setibanya di Batam, para jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.
“Semoga semua jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kembali ke Siak sebagai haji yang mabrur,” doa Bupati, dengan suara yang tak lepas dari rasa haru.
Momen ini menjadi bukti—di tengah kesibukan dan tanggung jawab besar, masih ada pemimpin yang memilih hadir, mendampingi, dan mengantar langsung warganya menuju panggilan suci.(MN2)