Siak – Kepala SPPG Jatibaru, Lilis Masruroh, S.T.P., akhirnya buka suara terkait polemik dugaan pungutan uang terhadap calon relawan yang sempat mencuat di sejumlah media di Kabupaten Siak.

Dalam keterangannya, Lilis menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
Namun ia menegaskan, pihak SPPG sama sekali tidak pernah memungut biaya dari relawan yang direkrut untuk bekerja di dapur SPPG Jatibaru, Desa Jatibaru, Kecamatan Bungaraya.
“Kami pastikan bahwa tidak ada satupun relawan yang bekerja saat ini di SPPG Jatibaru dipungut bayaran,” tegas Lilis Masruroh.
Ia menjelaskan, sosok bernama Resky yang disebut-sebut melakukan pungutan kepada sejumlah calon relawan bukan bagian dari struktur resmi SPPG Jatibaru.
Menurutnya, yang bersangkutan hanya dilibatkan sebagai pengawas renovasi dalam proses persiapan pembangunan dapur.
“Perlu diketahui bahwa saudara Resky bukan terdaftar di SPPG Jatibaru Bungaraya. Dia hanya sebagai pengawas renovasi persiapan pembangunan dapur,” jelasnya.
Lilis mengaku pihaknya baru mengetahui adanya dugaan pungutan tersebut saat proses perekrutan relawan berlangsung.
Sejumlah calon relawan disebut melapor bahwa oknum tersebut meminjam uang kepada mereka dengan dalih tertentu.
“Di tengah proses perekrutan, ada beberapa calon relawan yang melaporkan kepada kami bahwa oknum tersebut meminjam uang kepada beberapa calon relawan,” ungkapnya.
Atas laporan itu, pihak SPPG langsung meminta pertanggungjawaban kepada oknum yang bersangkutan.
Bahkan yayasan yang menaungi kegiatan tersebut juga turun tangan meminta keluarga oknum agar segera mengembalikan uang yang telah diterima dari para calon relawan.
“Pihak yayasan juga telah meminta pertanggungjawaban dari orang tua oknum tersebut untuk mengembalikan uang yang telah dipinjam kepada calon-calon relawan,” tambah Lilis.
Saat ini, proses perekrutan relawan di SPPG Jatibaru disebut telah berjalan dan relawan yang diterima dipastikan bekerja tanpa pungutan biaya apa pun.(MN2)