METRO2 – Sebuah kapal pompong KM GADING 2 tenggelam di perairan depan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Tragedi yang terjadi saat pelaksanaan draft survey di kapal MV HIMALA itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Peristiwa tersebut dibenarkan berdasarkan laporan resmi Polairud Polres Siak. Dugaan sementara, kapal terseret arus yang sangat kuat hingga kehilangan kendali dan akhirnya menghantam kapal lain sebelum tenggelam.
Menurut kronologi, sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (6/7/2026), Nakhoda KM GADING 2, Aprizal, menerima permintaan dari Hamdy selaku agen PT Segara Mitra Abadi untuk mengantarkan dokumen kapal ke TB MTS 29. Setelah itu, kapal melanjutkan perjalanan menuju MV HIMALA guna menjemput tim draft survey.
Setelah proses naik-turun personel di MV HIMALA, KM GADING 2 membawa tujuh orang yang kemudian melakukan pemeriksaan draft kapal mulai dari buritan hingga haluan.
Namun ketika pemeriksaan berlangsung di sisi haluan kanan MV HIMALA, arus yang dilaporkan sangat deras menyeret haluan KM GADING 2 ke arah kiri. Buritan kapal sempat menyentuh rantai jangkar MV HIMALA.
Nakhoda berusaha mengendalikan kapal dengan memutar kemudi ke kanan dan menambah kecepatan mesin. Akan tetapi, derasnya arus membuat kapal tidak mampu keluar dari tekanan arus. KM GADING 2 kemudian terseret hingga menghantam haluan TK INDO SUKSES 130 yang berada di sisi kiri MV HIMALA.
Benturan dan tekanan arus menyebabkan kapal miring ke kanan sebelum akhirnya tenggelam.
Dari tujuh orang yang berada di atas kapal, tiga orang berhasil selamat, yakni Aprizal (Nakhoda KM GADING 2), Hamdy (Agen PT Segara Mitra Abadi), dan Lewie Marvie Yuson GA selaku Chief Officer MV HIMALA.
Satu korban meninggal dunia adalah Ilham Syahputra Siregar (29), Surveyor PT Carsurin. Jenazah telah dievakuasi ke Puskesmas Sungai Apit.
Sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian, yakni Desmond Nataldo (44), pemilik barang PT KIMI, Febri (30), Surveyor PT Sucofindo, serta Aditia Waskita (27), petugas Bea Cukai Pekanbaru.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan mengerahkan tiga kapal tunda dan satu kapal nelayan. KSOP Kelas II Tanjung Buton juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi Riau untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan.
Hingga laporan terakhir pukul 05.45 WIB, proses pencarian terhadap tiga korban hilang masih berlangsung. Aparat gabungan terus menyisir lokasi tenggelamnya kapal, sementara penyebab pasti kecelakaan laut tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.