INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Buka Puasa Bersama Insan Pers, Bupati Siak Ungkap Tekanan Berat Keuangan Daerah.Janji Dana Pusat Meleset, Gaji P3K Kini Dibebankan ke APBD.

Siak — Pemerintah Kabupaten Siak saat ini menghadapi tekanan keuangan daerah yang cukup berat. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers se-Kabupaten Siak yang digelar di Kompleks Perumahan Dinas Bupati Siak, Jumat (6/3/2026).

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu turut dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal serta puluhan jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Siak.

Dalam sambutannya, Afni mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini cukup menantang. Salah satu penyebabnya adalah dana transfer dari pemerintah pusat yang hingga kini belum tersalurkan, serta adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menurutnya, dana transfer pusat yang belum diterima Pemkab Siak mencapai sekitar Rp483 miliar, sementara pemotongan DBH diperkirakan hampir Rp500 miliar.

“Kondisi faktual Siak memang seperti ini. Ada dana transfer dari pusat yang belum tersalurkan sekitar ratusan miliar rupiah.

 Sementara di sisi lain juga terjadi pemangkasan Dana Bagi Hasil. Ini yang sedang kami perjuangkan ke pemerintah pusat,” ujar Afni.

Ia juga menyinggung persoalan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sebelumnya dijanjikan akan ditanggung pemerintah pusat. Namun pada kenyataannya, pembiayaan tersebut kini harus ditanggung oleh APBD daerah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Afni menegaskan dirinya tidak akan menyerah dalam memperjuangkan pembangunan di Kabupaten Siak.

“Saya tidak menyerah. 

Kalau yang tersisa dari kami hanya iman, kami yakin tidak mungkin Allah menakdirkan kami dalam situasi seberat ini tanpa jalan keluar. Kalau kita berhasil melewati ini, insya Allah ke depan Siak akan lebih baik,” katanya.

Afni juga mengungkapkan bahwa selama sembilan bulan memimpin Siak, dirinya telah mendatangi 28 kementerian di tingkat pusat untuk memperjuangkan berbagai program pembangunan bagi daerah.

Selain itu, Pemkab Siak juga mengusulkan program revitalisasi Istana Siak kepada pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026. Namun ia meminta agar rencana tersebut tidak diberitakan secara berlebihan sebelum adanya kepastian dari pemerintah pusat.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat sumber pendapatan melalui peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya PT Bumi Siak Pusako yang bergerak di sektor minyak dan gas.

“Kita optimis karena Siak memiliki BSP. Kita terus berupaya memperbaiki kinerjanya serta menggali potensi sumur baru agar bisa meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Bupati juga mengajak insan pers untuk terus berperan aktif mengawal pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi antara pemerintah daerah dengan insan pers. Kritik tetap kami terima selama disampaikan secara profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Syamsurizal menekankan pentingnya menjaga dan mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Siak secara optimal.

Menurutnya, Siak memiliki berbagai potensi besar mulai dari sektor perkebunan sawit, migas, hingga kawasan industri dan pelabuhan di Kawasan Industri Tanjung Buton.

“Kita punya sumber daya alam yang besar. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga dan mengelolanya dengan baik agar dapat meningkatkan pendapatan daerah,” kata Syamsurizal.

Acara silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa serta santap berbuka bersama dalam suasana penuh kebersamaan antara pemerintah daerah dan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.(MN2)