Jakarta— Di tengah dinamika nasional pascapelantikan Presiden Prabowo Subianto, Bupati Siak menunjukkan kepemimpinan yang proaktif dan visioner dengan langsung membangun konsolidasi strategis bersama sejumlah menteri kabinet.
Langkah ini menegaskan posisi Siak bukan sebagai penonton, melainkan daerah yang aktif menjemput kebijakan dan sumber daya pusat.
Usai pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, Bupati Siak melanjutkan agenda politik pemerintahan ke Kementerian Kehutanan.
Di Gedung Manggala, Bupati Siak bertemu langsung dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc, beserta jajaran.
Dalam forum strategis tersebut, Bupati Siak secara tegas menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Nasional Zamrud (TNZ) di wilayah Kabupaten Siak.
Dukungan ini menempatkan Siak sebagai mitra aktif pemerintah pusat dalam agenda besar konservasi nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat lokal.
“Konservasi tidak boleh menjauhkan negara dari rakyat. Justru harus menjadi instrumen kesejahteraan,” tegas Bupati Siak dalam pertemuan tersebut.
Tak hanya isu lingkungan, pembahasan juga menyentuh kepentingan politik-ekonomi strategis, seperti potensi nilai karbon kawasan konservasi, hingga penyelesaian konflik laten antara masyarakat dengan satwa dilindungi, khususnya Gajah dan Harimau Sumatera.
Pemerintah Kabupaten Siak mendorong kebijakan berbasis solusi, bukan sekadar pendekatan represif, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan.
Sebelumnya, Bupati Siak juga menggelar pertemuan dengan Deputi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam pertemuan ini, Bupati Siak secara langsung mengusulkan pemanfaatan dana kemaslahatan umat untuk memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Kabupaten Siak.
Langkah ini dinilai sebagai manuver politik pemerintahan yang cerdas, menempatkan kepentingan daerah dalam arus utama kebijakan nasional, sekaligus memastikan Siak tidak tertinggal dalam pembagian program strategis pemerintah pusat.
Serangkaian pertemuan tingkat nasional ini memperlihatkan gaya kepemimpinan Bupati Siak yang aktif, berani, dan berorientasi hasil—memastikan setiap peluang kebijakan di tingkat pusat diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat Siak.