SIAK – Ironi pembangunan terlihat jelas di Dusun Lingkar Naga, Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Meski dikelilingi sejumlah perusahaan besar, kondisi kampung tua tersebut hingga kini masih jauh dari sentuhan pembangunan yang memadai.
Hal itu terlihat saat Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli bersama rombongan melakukan kegiatan Safari Ramadan 1446 Hijriah, Rabu (4/3/2026).
Untuk mencapai dusun tersebut, rombongan bupati harus menyeberang menggunakan sampan dari wilayah Buatan menuju Lingkar Naga. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor melalui jalan tanah yang kondisinya rusak dan belum layak dilalui kendaraan.
Kedatangan bupati disambut penuh haru dan kegembiraan oleh masyarakat setempat. Warga bahkan menaburkan beras kunyit sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Siak tersebut.
Dusun Lingkar Naga sendiri berada di tengah kepungan sejumlah perusahaan raksasa yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Di antaranya perusahaan migas dan perkebunan besar seperti Pertamina, APRIL Group, Astra Agro Lestari, Duta Swakarya Indah Sejahtera, serta PT Tata Buana Mulia.
Ironisnya, keberadaan perusahaan-perusahaan besar tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di kampung tersebut. Infrastruktur dasar masih memprihatinkan, jalan kampung belum diaspal, dan sebagian masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni Zulkifli mengaku baru memahami asal-usul nama Dusun Lingkar Naga setelah mendengar penjelasan dari penghulu kampung.
“Baru saya pahami setelah mendengar sambutan pak penghulu tadi, kenapa dinamakan Dusun Lingkar Naga. Karena kampung ini dikelilingi ‘naga-naga’, yaitu perusahaan-perusahaan besar,” ujar Afni.
Ia pun mempertanyakan kontribusi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut terhadap masyarakat setempat.
Menurutnya, bantuan maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) belum terlihat nyata dirasakan warga.
“Saya minta perusahaan yang ada di sini agar memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri,” tegasnya.
Afni juga mengungkapkan bahwa beberapa pimpinan perusahaan sempat menghubungi pihaknya melalui staf sebelum kegiatan Safari Ramadan dilaksanakan, namun sebagian di antaranya menyampaikan tidak dapat hadir.
“Kalau tidak bisa hadir, minimal bantuannya yang hadir. Masak dikelilingi naga-naga tapi masyarakat tidak bisa merasakan bantuan dari perusahaan yang ada. Besar-besar semua perusahaan di sini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Afni juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ajang meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Sejak saya turun langsung ke kampung-kampung, banyak masyarakat yang saya temukan hidup di bawah garis kemiskinan yang seharusnya mendapat bantuan. Ramadan ini menjadi momentum bagi kita yang mampu untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan,” tutupnya.