INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Diduga Gunakan Bumbu Tidak Layak, Puluhan Siswa SMKN 1 Kandis Diare Usai Konsumsi MBG

SIAK — Puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, mengalami diare massal usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 Sebanyak 21 siswa harus mendapat perawatan medis dengan infus, sementara puluhan lainnya ditangani langsung di lingkungan sekolah.

Peristiwa ini mencuat setelah pihak SMKN 1 Kandis melaporkan gangguan pencernaan yang dialami siswa secara bersamaan pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB melalui pesan WhatsApp kepada tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan tim langsung turun ke lokasi begitu laporan diterima.

“Setibanya di sekolah, ditemukan sejumlah siswa mengalami diare. Sebagian langsung dibawa ke klinik terdekat, sementara lainnya ditangani di sekolah dengan melibatkan tenaga medis,” ujar Lisa.

Dari hasil penanganan, 21 siswa harus menjalani perawatan lanjutan dengan tindakan infus, sementara siswa lainnya mendapat penanganan medis ringan.

Bumbu Tak Layak Tetap Digunakan

Hasil penelusuran internal SPPG mengarah pada dugaan pelanggaran prosedur pengolahan makanan MBG. Lisa menjelaskan, pada Minggu (11/1/2026) dapur SPPG beroperasi normal dan menerima bahan baku untuk persiapan distribusi.

Namun, saat proses memasak pada Senin pagi (12/1/2026), ahli gizi menemukan bumbu pelengkap dalam kondisi tidak layak dan telah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan serta diganti.

Meski demikian, pada pengolahan menu untuk distribusi siang hari, bumbu yang telah dinyatakan tidak layak itu tetap digunakan oleh tim masak, dengan alasan menambahkan baking powder untuk mengurangi rasa asam.

Menu tersebut kemudian didistribusikan mulai pukul 10.30 WIB ke sejumlah sekolah dan posyandu, termasuk SMKN 1 Kandis.

Keluhan Muncul Serentak.

Hingga Senin sore pukul 17.00 WIB, tidak ada laporan keluhan dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Namun, keluhan muncul serentak keesokan paginya, saat sejumlah siswa mengalami diare secara bersamaan.

Tim SPPG kembali turun ke sekolah untuk melakukan pendataan dan penanganan lanjutan. Dalam pendataan tersebut, ditemukan satu siswa yang mengalami diare meski tidak mengonsumsi menu MBG karena sedang berpuasa. 

Fakta ini membuat penyelidikan penyebab kejadian masih terus didalami.

Dapur MBG Ditutup Sementara.

Sebagai langkah antisipasi, BGN Kabupaten Siak menutup sementara dapur MBG yang berlokasi di Kampung Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, di bawah naungan Yayasan Tuah Karya.

Penutupan dilakukan hingga pengelola melengkapi seluruh persyaratan dan standar operasional sesuai ketentuan BGN, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap keamanan pangan dan kepatuhan prosedur memasak.

BGN menegaskan bahwa proses penelusuran masih berlangsung dan meminta semua pihak tidak menarik kesimpulan prematur sebelum hasil pemeriksaan lanjutan diumumkan secara resmi.