INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Ketua DPC PDI P Kabupaten Siak Hadiri Acara Cap Go Meh Di Kelenteng Tertua di Kabupaten Siak.

Siak – Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hock Siu Kiong kembali menjadi sorotan masyarakat. Bukan hanya karena kemeriahan dan warna-warni atraksi budaya yang ditampilkan, tetapi juga karena kelenteng tersebut merupakan salah satu bangunan tertua di Kabupaten Siak yang masih berdiri kokoh hingga hari ini.

Dibangun pada tahun 1871, Kelenteng Hock Siu Kiong telah menjadi saksi perjalanan sejarah panjang Negeri Istana. Berdiri lebih dari satu abad, bangunan ini bukan sekadar tempat ibadah umat Tionghoa, tetapi juga simbol harmoni dan keberagaman yang telah tumbuh sejak masa Kesultanan Siak.

 Statusnya sebagai bangunan cagar budaya semakin menegaskan nilai historis yang dimilikinya.

Dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini, ribuan warga dari berbagai latar belakang suku dan agama memadati area kelenteng. Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Sebagai bentuk penghormatan, acara resmi dimulai setelah umat Muslim menunaikan salat tarawih, mencerminkan tingginya rasa toleransi antarumat beragama di Siak.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Siak, Irving Kahar, yang turut hadir dalam perayaan itu, menyampaikan bahwa keberadaan Kelenteng Hock Siu Kiong menjadi bukti nyata sejarah kebersamaan di daerah tersebut.

“Kelenteng ini bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi hidup perjalanan Siak. Dari dulu hingga sekarang, masyarakat hidup berdampingan dalam damai. Inilah kekuatan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan pembangunan Kabupaten Siak. Nilai hidup rukun dan saling menghormati yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga, terlebih di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan daerah.

Perayaan Cap Go Meh di salah satu bangunan tertua Kabupaten Siak ini kembali menegaskan bahwa sejarah, budaya, dan toleransi adalah fondasi kuat yang membuat Siak tetap harmonis hingga kini.(MN2)