INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Langkah Nyata Bupati Siak: Mobil Dinas BM 1 Antar Korban Ambruk Tangsi Belanda ke Pekanbaru.

Siak – Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan Bupati Siak dalam penanganan musibah ambruknya lantai dua Objek Wisata Tangsi Belanda.

 Berbeda dengan praktik sebelumnya, kali ini mobil dinas BM 1 S yang biasa digunakan untuk kegiatan kedinasan Bupati, dipakai langsung untuk mengantar korban, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

Bupati Siak menyampaikan bahwa seluruh anak-anak korban musibah telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Hanya satu anak, atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa, yang masih menjalani perawatan lanjutan dan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru guna memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

“Alhamdulillah, anak-anak sudah pulang. Tinggal Keisya yang masih dirujuk. Kemarin saya mendampingi langsung proses medis di RSUD T. Rafian, dan hari ini sebelum berangkat ke Jakarta saya sempat menyapanya melalui video call,” ujar Bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pada malam sebelumnya, lima orang anak dan seorang guru yang sempat dirawat telah diperbolehkan pulang. Satu anak lainnya bahkan diantar secara khusus menggunakan mobil dinas BM 1 S hingga ke rumahnya.

“Tadinya ananda ingin pulang menggunakan sepeda motor bersama keluarga dan merasa mabuk jika naik mobil. Namun setelah dibujuk, akhirnya mau diantar. Mobil BM 1 S kami gunakan sebagai mobil rakyat Siak, mengantar ananda sampai ke rumahnya,” ungkapnya.

Atas penanganan cepat tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari dokter, perawat, sopir ambulans, para guru, hingga relawan yang sigap bekerja di masa krisis.

 Ia juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan seluruh anak korban musibah.

Tak hanya fokus pada korban, Bupati Siak juga menegaskan langkah strategis pemerintah daerah terkait perlindungan Cagar Budaya. 

Pemerintah Kabupaten Siak telah secara resmi menyampaikan permohonan dukungan kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait untuk menjaga Museum Nasional Istana Siak, Balai Kerapatan, dan situs bersejarah lainnya.

“Menjaga cagar budaya bukan hanya tanggung jawab daerah, tapi bagian dari kehormatan bangsa. Ini adalah kekayaan Indonesia,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat Anggota DPR RI Dapil Riau, Karmila Sari dan Ustad Hendry Munief, yang telah meneruskan laporan kejadian ini langsung kepada Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata RI.

“Semoga ada tindak lanjut dalam waktu dekat, agar Museum Nasional dan Cagar Budaya di Kabupaten Siak tetap terjaga.

 Apalagi dalam sejarahnya, Sultan Siak telah menyerahkan segala-galanya demi kemerdekaan Indonesia sebagai satu bangsa,” tutupnya.