INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Pelabuhan KITB Ambruk, Terungkap Pernah Ditabrak Tongkang dan Diduga Tanpa Perbaikan Struktur.

Siak – Penyebab ambruknya Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) mulai terkuak. Mantan Anggota DPRD Siak, Farizal, mengungkapkan bahwa sekitar satu tahun sebelum insiden ambruk, salah satu tiang pelabuhan pernah ditabrak kapal tongkang hingga mengalami kemiringan.

Meski disebut telah dilakukan pembayaran ganti rugi oleh perusahaan pemilik kapal kepada pihak KSOP, Farizal mempertanyakan apakah perbaikan terhadap struktur pelabuhan benar-benar dilaksanakan.

“Tiang jembatan sempat hampir bengkok. Yang menjadi pertanyaan, apakah sudah diperbaiki atau dibiarkan hingga akhirnya ambruk,” ujar Farizal.

Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh disikapi dengan saling menyalahkan, melainkan perlu dibuka secara transparan untuk mengetahui akar persoalan sebenarnya.

Selain insiden penabrakan, Farizal menyoroti kuatnya arus pasang dan surut di sekitar pelabuhan yang dinilai terus menghantam struktur dari sisi kiri dan kanan.

“Arus pasang surut di sana sangat deras. Perlu dipertanyakan apakah kondisi ini sudah diperhitungkan secara matang saat perencanaan dan desain awal,” katanya.

Farizal juga menilai sistem pelabuhan KITB tidak lazim karena hanya memiliki satu alur masuk sekaligus jalur keluar. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan tekanan terhadap infrastruktur.

Tak hanya itu, aktivitas distribusi cangkang juga dinilai memperberat beban jembatan. Meski telah tersedia conveyor, faktanya truk-truk tronton masih melintas hingga ke ujung jembatan dan bahkan mengantre di bahu jembatan.

“Dengan conveyor, seharusnya truk tidak perlu ke ujung jembatan. Kenyataannya, tronton hilir mudik dan ini jelas menambah beban struktur,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Farizal mempertanyakan kejelasan pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan aktivitas pelabuhan KITB.

“Siapa yang mengawasi? Pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, atau pihak lain? Ini harus dibuka karena menyangkut keselamatan dan aset publik,” pungkasnya.(MN2)