INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Puluhan Tahun Terpinggirkan, Bupati Siak Afni Turun Langsung Perjuangkan Listrik untuk Dusun Rimba Cempedak.

Siak – Ketimpangan pembangunan masih dirasakan warga Dusun Rimba Cempedak, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Sejak sebelum Indonesia merdeka hingga hari ini, dusun tua tersebut belum juga menikmati aliran listrik. 

Ironisnya, kondisi itu terjadi meski sudah empat kali pergantian bupati di Kabupaten Siak.

Kenyataan pahit ini mendorong Bupati Siak Dr. Afni untuk turun langsung ke Dusun Rimba Cempedak. Di tengah keterbatasan akses jalan tanah dan ketiadaan listrik karena wilayah berada dalam kawasan PTPN, Bupati Afni berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, serta menyerap aspirasi warga.

Bupati Afni menegaskan bahwa Dusun Rimba Cempedak bukan wilayah baru. Dusun ini telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, namun hingga kini warganya masih berjuang mendapatkan hak dasar dan pengakuan legal wilayah.

“Ini dusun tua. Sudah ada sebelum Indonesia merdeka, tetapi sampai hari ini belum menikmati listrik. Ketimpangan seperti ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Bupati Afni.

Ia mengungkapkan bahwa perjuangan masyarakat untuk memperoleh legalitas wilayah telah berlangsung puluhan tahun tanpa hasil yang jelas. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam.

“Diam bukan solusi. Kita ikhtiarkan bersama dengan sepenuh hati. Insya Allah, Allah Taala meridhoi setiap langkah yang kita lakukan untuk masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati Afni menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan akses listrik dan pembangunan infrastruktur bagi warga Dusun Rimba Cempedak. 

Ia juga meminta penghulu dan camat agar ikut aktif mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Semua kendala akan kita dudukkan bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan apa yang menjadi hak masyarakat bisa tercapai,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Afni, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok negeri.(MN2)