INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Rekor,Bupati Pertama di Tanah Air.Baru Sembilan Bulan Memimpin Siak, Bupati Afni Datangi 28 Kementerian Demi Masa Depan Daerah.

Siak – Di tengah tekanan keuangan daerah yang cukup berat, Bupati Siak Afni Zulkifli memilih untuk tidak berpangku tangan.

 Dalam sembilan bulan masa kepemimpinannya, Afni terus berjuang mencari jalan keluar demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.

Langkah yang dilakukan pun tidak ringan. Ia harus bolak-balik ke Jakarta untuk mengetuk pintu kementerian demi kementerian, memperjuangkan hak-hak Kabupaten Siak yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.

Tercatat, selama sembilan bulan menjabat, sedikitnya 28 kementerian telah didatangi langsung oleh Bupati Siak. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi “jemput bola” agar berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat dapat masuk dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Siak.

Hal tersebut disampaikan Afni saat acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers se-Kabupaten Siak yang digelar di Kompleks Perumahan Dinas Bupati Siak, Jumat (6/3/2026). Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal serta para jurnalis dari berbagai media.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Afni menyampaikan secara terbuka kondisi yang tengah dihadapi Kabupaten Siak saat ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak sedang mengeluh, tetapi ingin menyampaikan realitas yang terjadi agar semua pihak dapat memahami tantangan yang sedang dihadapi.

“Saya bukan mengeluh, tapi menyampaikan informasi. Kondisi negara dan daerah memang sedang tidak baik-baik saja saat ini. Tapi kami tidak tinggal diam. Kami terus berjuang agar Siak tetap bisa melanjutkan pembangunan,” ujar Afni.

Menurutnya, perjuangan tersebut bukan semata tugas pemerintah, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang telah memberikan amanah untuk memimpin daerah ini.

Afni juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang tengah diperjuangkan adalah program revitalisasi Istana Siak, yang diajukan kepada pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata serta menjaga warisan sejarah dan budaya Kabupaten Siak.

Namun demikian, ia meminta agar rencana tersebut tidak diberitakan secara berlebihan sebelum benar-benar dipastikan terealisasi.

Selain memperjuangkan program pembangunan, Pemerintah Kabupaten Siak juga sedang menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat. 

Afni menjelaskan bahwa terdapat dana transfer dari pemerintah pusat yang hingga kini belum tersalurkan, nilainya mencapai sekitar Rp489 miliar, ditambah dengan adanya pemangkasan dana bagi hasil.

“Kondisi faktual Siak memang seperti ini. Ada dana yang belum tersalurkan sekitar Rp489 miliar, dan ada juga pemangkasan dana bagi hasil. Tapi kami tetap berusaha mencari jalan agar pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab Siak tetap berupaya mencari sumber pendapatan baru untuk memperkuat keuangan daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat kinerja BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Menurut Afni, potensi migas yang dimiliki Siak masih dapat dioptimalkan melalui pengembangan sumur-sumur baru yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Kita optimis karena Siak punya BSP. Kita akan terus memperbaiki kinerjanya dan menggali potensi yang ada agar bisa memberi manfaat lebih besar bagi daerah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Siak Syamsurizal juga menegaskan bahwa Kabupaten Siak memiliki banyak potensi besar yang harus dijaga dan dikelola secara bersama.

Ia menyebut sektor perkebunan kelapa sawit, migas, kawasan industri Tanjung Buton, hingga potensi pelabuhan sebagai kekuatan ekonomi yang dapat menjadi masa depan Siak jika dikelola dengan baik.

“Kita memiliki sumber daya alam yang besar. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga dan mengelolanya dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Syamsurizal.

Menutup sambutannya, Bupati Afni mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Siak.

Bagi Afni, tantangan yang dihadapi saat ini bukan alasan untuk menyerah, melainkan ujian yang harus dilalui dengan kerja keras, doa, dan kebersamaan.

“Kalau yang tersisa dari kami hanya iman, kami yakin Allah tidak akan menakdirkan kami dalam situasi ini tanpa jalan keluar. Insya Allah, jika kita mampu melewati masa sulit ini bersama, masa depan Siak akan jauh lebih baik,” tutupnya.