INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Polda Riau Jadikan Siak Kunjungan Perdana: Inflasi, BBM hingga Ancaman El Nino Disorot Keras.

SIAK – Kunjungan perdana Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, ke Kabupaten Siak bukan sekadar seremoni. 

Dalam arahannya di Gedung Endra Dharma Laksana, Polres Siak, Selasa (21/4/2026), ia langsung menyoroti persoalan krusial yang berpotensi mengguncang stabilitas daerah—mulai dari inflasi, distribusi BBM, hingga ancaman serius Super El Nino.

Di hadapan jajaran kepolisian, para Kapolres, Kapolsek, hingga personel, Kapolda menegaskan bahwa aparat tidak boleh lengah. Ia meminta seluruh jajaran benar-benar memahami dan menjalankan kebijakan, bukan sekadar formalitas.

“Jangan hanya tahu kebijakan, tapi pastikan benar-benar dirasakan masyarakat. Kalau tidak, berarti kita gagal,” tegasnya.

Inflasi Jadi Alarm Bahaya

Kapolda mengungkapkan, inflasi Riau yang berada di kisaran 3,48 persen bukan angka biasa. Di balik itu, daya beli masyarakat terus tergerus—dan ini bisa memicu gejolak sosial jika tidak ditangani serius.

Ia menyoroti lemahnya pemetaan ekonomi di daerah yang berpotensi membuat pemerintah terlambat mengambil langkah.

“Kalau tidak dipetakan dengan baik, gejolak itu tinggal menunggu waktu. Ini bukan hal sepele,” ujarnya.

Ketergantungan ekonomi Riau pada komoditas seperti sawit dan kopra juga disebut sebagai titik lemah. Fluktuasi harga yang tidak terkendali langsung menghantam pendapatan masyarakat.

BBM: Masalah Lama yang Tak Kunjung Tuntas.

Distribusi BBM kembali menjadi sorotan tajam. Kapolda secara terang menyebut persoalan ini sebagai isu krusial yang berdampak langsung ke masyarakat kecil—terutama nelayan.

Ia bahkan mendorong pengawasan ketat hingga pemasangan CCTV di SPBU dan SPBN, sebuah langkah yang mengindikasikan masih adanya potensi penyimpangan di lapangan.

“Kalau BBM terganggu, efeknya berantai. Nelayan berhenti melaut, harga ikan naik, rakyat yang jadi korban,” katanya dengan nada tegas.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa persoalan distribusi BBM belum sepenuhnya beres di wilayah Riau, termasuk Siak.

Ancaman Super El Nino: Jangan Tunggu Bencana Datang.

Kapolda juga mengingatkan ancaman besar dari fenomena Super El Nino yang diprediksi membawa kekeringan ekstrem, karhutla, hingga lonjakan penyakit ISPA.

Belajar dari bencana besar tahun 1997, ia menegaskan bahwa kelalaian tidak bisa ditoleransi.

“Kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi baru bergerak. Itu sudah terlambat,” tegasnya.

Ancaman ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kamtibmas akibat tekanan ekonomi.

Kamtibmas Terancam, Narkoba Mengintai.

Kapolda secara terbuka mengaitkan tekanan ekonomi dengan potensi meningkatnya kejahatan, mulai dari pembukaan lahan ilegal hingga penyalahgunaan narkoba.

Ia memerintahkan jajarannya untuk tidak ragu bertindak tegas.

“Pasang mata dan telinga. Jangan beri ruang bagi pelaku kejahatan. Lakukan penindakan maksimal,” instruksinya.

Ujian Nyata di Lapangan

Di akhir arahannya, Kapolda menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan ringan. Inflasi, BBM, dan ancaman bencana adalah ujian nyata yang membutuhkan kerja serius, bukan sekadar laporan di atas kertas.

Kunjungan ini menjadi pesan jelas: aparat dan pemangku kebijakan di Siak dituntut bergerak cepat dan nyata. Jika tidak, dampaknya bukan hanya pada ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial masyarakat.(MN2)