INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Pemkab Siak Salurkan 20 Unit Traktor Roda Empat, Percepat Modernisasi Pertanian

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 20 unit traktor roda empat kepada sejumlah kelompok tani di beberapa kecamatan, Rabu (19/4/2026).

Penyerahan bantuan dipusatkan di halaman kantor DKPPP Kabupaten Siak dan dihadiri unsur Forkopimda serta para penerima manfaat dari kelompok tani.

Kepala DKPPP Kabupaten Siak, Kaharuddin, SP, mengatakan bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian RI yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

“Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi biaya usaha tani, serta mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Siak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alsintan tersebut disalurkan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dinilai aktif serta memiliki luasan lahan yang memadai.

Menurutnya, penggunaan traktor roda empat akan memberikan berbagai manfaat, di antaranya mempermudah pengolahan lahan hingga panen, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja, mendorong penerapan teknologi pertanian modern, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Adapun bantuan 20 unit traktor tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Bungaraya, Sungai Apit, Sabak Auh, dan beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Siak.

Sementara itu, Bupati Siak, Afni Z, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan realisasi janji Menteri Pertanian saat kunjungan kerja ke Kabupaten Siak tahun lalu.

“Ini adalah bantuan pertama yang disalurkan untuk Provinsi Riau, dan kita patut bersyukur karena Kabupaten Siak mendapatkannya lebih awal,” kata Afni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Menteri Pertanian, serta anggota DPR RI yang telah memperjuangkan bantuan tersebut.

Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah harus tetap optimistis dan terus berupaya mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya di sektor pertanian.

“Kita sudah mengusulkan lebih dari 300 unit alsintan, dan yang terealisasi saat ini sekitar 30 unit lebih. Ini langkah awal, dan kita akan terus berupaya menambah bantuan ke depan,” jelasnya.

Selain alsintan, Afni menegaskan bahwa persoalan utama pertanian di Kabupaten Siak saat ini adalah ketersediaan air, terutama di wilayah persawahan seperti Bungaraya dan Sabak Auh.

Ia mengungkapkan akan segera bertolak ke Jakarta untuk bertemu Menteri PUPR dan Menko Pangan guna mencari solusi konkret.

“Petani kita sangat rajin dan gigih. Masalah utama kita adalah air. Ini yang sedang kita perjuangkan agar ada solusi jangka panjang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Afni juga menyoroti pentingnya keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jangan sampai perputaran uang ratusan miliar terjadi, tapi petani kita hanya jadi penonton. Ini yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.