Warga Apresiasi Kinerja Polres Siak, Minta Jaringan Penadah Dibongkar Tuntas.
SIAK – Aksi komplotan pencuri sepeda motor spesialis Yamaha N-Max yang selama berbulan-bulan meresahkan masyarakat Kota Siak akhirnya berakhir.
Tim Satreskrim Polres Siak berhasil menangkap lima terduga pelaku dalam sebuah penggerebekan di Hotel Max One, Kota Dumai, Minggu (31/5/2026) pagi.
Penangkapan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P., SH., MH, disambut lega oleh masyarakat.
Selama ini, aksi para pelaku membuat warga resah karena sejumlah motor N-Max raib di berbagai lokasi tanpa jejak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 07.00 WIB tim Satreskrim melakukan penggerebekan di kamar hotel tempat para pelaku bersembunyi. Lima pria berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.
Dari hasil penyelidikan awal, empat orang diduga berperan sebagai eksekutor pencurian, sementara satu lainnya bertugas menjual dan mengubah identitas kendaraan hasil curian menggunakan dokumen palsu agar sulit dilacak.
Modus yang digunakan terbilang profesional. Pelaku membidik sepeda motor Yamaha N-Max, kemudian merusak sistem pengaman, membawa kendaraan keluar lokasi, lalu mengganti perangkat keyless, ECU, dan komponen lainnya sehingga kendaraan tampak seperti motor legal.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita empat unit Yamaha N-Max yang diduga hasil curian, perangkat keyless, ECU, modul SGCU, uang tunai Rp14,6 juta, sejumlah STNK, telepon genggam, hingga peralatan yang digunakan untuk beraksi.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu seberat 1,04 gram beserta alat hisap.
Hasil tes urine terhadap kelima terduga pelaku diketahui positif mengandung narkoba. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan lebih lanjut.
Beraksi di Puluhan Lokasi.
Hasil interogasi mengungkap bahwa komplotan ini diduga telah beraksi di sedikitnya 20 lokasi berbeda yang tersebar di Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.
Di Kabupaten Siak, aksi mereka tercatat terjadi di kawasan Jalan Raja Kecik, Gang Mahang, sekitar RSUD Siak, sejumlah rumah kos, depot air minum, hingga Kecamatan Kandis.
Sementara di Pekanbaru, jejak kejahatan mereka ditemukan di kawasan Rumbai, Harapan Raya, Kartama, Jalan Soekarno-Hatta, Ahmad Yani, Teratak Buluh, Jalan Lokomotif, hingga sejumlah asrama dan fasilitas umum lainnya.
Polisi juga menemukan satu lokasi terkait aktivitas mereka di belakang Hotel Max One Dumai, yang akhirnya menjadi titik akhir pelarian komplotan tersebut.
Terungkap Berkat CCTV.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari analisis rekaman CCTV dan penyelidikan intensif yang dilakukan Satreskrim Polres Siak.
Dari potongan-potongan rekaman tersebut, polisi berhasil memetakan pola pergerakan para pelaku hingga akhirnya mengetahui lokasi persembunyian mereka di Dumai.
Saat ini kelima terduga pelaku telah diamankan di Polres Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya lokasi pencurian lain serta jaringan penadah yang selama ini menampung dan memperjualbelikan kendaraan hasil curian.
Warga Ucapkan Terima Kasih.
Kabar tertangkapnya komplotan curanmor spesialis N-Max ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat Siak. Banyak warga mengaku lega dan mengapresiasi kerja cepat jajaran Polres Siak yang berhasil mengakhiri aksi para pelaku.
“Alhamdulillah, akhirnya tertangkap juga. Selama ini warga sangat resah karena motor sering hilang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Siak yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini,” ujar salah seorang warga Kota Siak.
Masyarakat berharap pengungkapan ini tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga mampu membongkar seluruh jaringan penadah dan pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari hasil kejahatan tersebut.
Dengan tertangkapnya komplotan ini, warga berharap rasa aman kembali hadir di Kota Siak dan kasus pencurian kendaraan bermotor yang selama ini menjadi momok masyarakat dapat ditekan secara signifikan.