INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Persatuan Supir Truck Kabupaten Siak Resmi Terbentuk, Mulyana Nahkodai Organisasi.

SIAK – Para supir dump truck di Kabupaten Siak kini tak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sebuah wadah resmi telah lahir untuk menyatukan kekuatan, memperjuangkan hak, dan mempertegas posisi mereka di tengah dinamika pekerjaan lapangan yang kerap penuh tantangan.

Persatuan Supir Dump Truck Kabupaten Siak resmi terbentuk, dengan Mulyana dipercaya sebagai Ketua Umum. 

Pembentukan organisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk mengangkat derajat para supir yang selama ini kerap berada di posisi rentan.

Mulyana menegaskan, organisasi ini hadir sebagai alat perjuangan kolektif. “Ini bukan hanya soal kumpul-kumpul. Ini tentang bagaimana supir punya suara, punya perlindungan, dan tidak lagi dipandang sebelah mata,” tegasnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, keberadaan persatuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota, memperjuangkan hak-hak pekerja lapangan, serta menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah dan pihak terkait.

Dalam struktur organisasi, sejumlah nama turut dipercaya mengisi posisi strategis, termasuk dari unsur legislatif sebagai dewan penasehat—menandakan keseriusan organisasi ini dalam membangun kekuatan dan jaringan.

Dewan Penasehat:

Sujarwo, SM

Tamrin, S.TH

Munawar

Kepengurusan Inti:

Ketua Umum: Mulyana

Wakil Ketua I: Asmi

Wakil Ketua II: Paino

Sekretaris: Iswanto

Wakil Sekretaris: Sumadi

Bendahara Utama: Iswandi

Wakil Bendahara: Yudi

Bidang-Bidang:

Humas:

Kepala: Robi

Wakil: Aldo

Sosial:

Kepala: Noto

Wakil: Dian

Hukum:

Erico Hamdani, S.H., M.M., CMA

Hamdani, S.H

Kehadiran bidang hukum dalam struktur organisasi menjadi sinyal tegas: persatuan ini tidak main-main dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anggotanya, terutama dalam menghadapi persoalan hukum di lapangan.

Dengan terbentuknya organisasi ini, seluruh supir dump truck di Kabupaten Siak diharapkan bersatu dalam satu barisan, saling menguatkan, dan memiliki posisi tawar yang lebih kokoh dalam menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi pekerjaan maupun kebijakan.

Persatuan ini juga membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan iklim kerja yang lebih adil, aman, dan berkelanjutan. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan para supir dan keluarganya.(Alek)