INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Warga Langkai Diminta Waspada, Jejak Diduga Harimau Ditemukan di Parit Baru

SIAK – Warga Kampung Langkai, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya laporan penemuan jejak kaki binatang buas yang diduga harimau di wilayah Parit Baru, Rabu (12/8/2026).

Imbauan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di kebun, ladang maupun kawasan yang berdekatan dengan hutan.

Dalam imbauannya, masyarakat diminta tidak lengah dan menghindari aktivitas di kebun atau kawasan hutan mulai waktu Magrib hingga malam hari. Warga juga disarankan tidak pergi seorang diri apabila harus melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

“Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas seorang diri di kebun maupun kawasan yang berdekatan dengan hutan,” demikian imbauan Bhabinkamtibmas.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati atau mengejar apabila menemukan hewan buas, termasuk apabila melihat langsung hewan yang diduga harimau. Warga diminta segera mencari tempat aman dan melaporkan temuan tersebut kepada Pemerintah Kampung maupun pihak berwenang.

Bhabinkamtibmas mengingatkan warga agar tidak panik, namun tetap waspada. Setiap penemuan jejak baru, kemunculan binatang buas atau kejadian yang berkaitan dengan satwa tersebut diharapkan segera dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti.

Hingga saat ini, keberadaan hewan tersebut masih disebut diduga berdasarkan laporan dan temuan jejak warga. Karena itu, masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pihak Bhabinkamtibmas mengajak seluruh warga Kampung Langkai dan sekitarnya bersama-sama menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas di wilayah yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar.

Keselamatan warga menjadi prioritas. Warga diminta tidak mengambil tindakan sendiri apabila benar-benar berhadapan dengan hewan yang diduga harimau. (MN2)