SIAK — Perjuangan panjang Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat (KBPS) akhirnya membuahkan hasil. Di bawah kepemimpinan Ketua Koperasi Junefi, SP, koperasi yang menaungi para petani sawit Kampung Perincit tersebut berhasil meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 12 Agustus 2026.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengurus dan anggota koperasi. Sertifikat ISPO bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi bukti bahwa pengelolaan perkebunan anggota terus diarahkan menuju tata kelola yang lebih baik, legal, berkelanjutan, serta memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Bagi Junefi, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama. Sejak dipercaya memimpin koperasi dan membentuk kepengurusan baru, ia bersama jajaran pengurus langsung mendorong percepatan proses sertifikasi yang sebelumnya telah lama dinantikan anggota.
“Alhamdulillah, tanggal 12 Agustus 2026 Koperasi Benuar Perincit Sepakat sudah mendapatkan sertifikat ISPO. Kami bersama seluruh pengurus dan anggota sangat bersyukur. Mudah-mudahan dengan keluarnya sertifikat ini, seluruh anggota bisa mendapatkan harga TBS yang terbaik,” ujar Junefi, Kamis (13/8/2026).
Kepemimpinan yang Mengutamakan Kepentingan Petani
Junefi mengatakan, proses menuju sertifikasi ISPO bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan keseriusan, kekompakan dan kerja sama dari seluruh unsur koperasi.
Menurutnya, setelah kepengurusan baru terbentuk, dirinya bersama pengurus kelompok, pengurus koperasi, badan pengawas, anggota dan pihak pendamping terus melakukan pembenahan agar seluruh persyaratan sertifikasi dapat dipenuhi.
“Kurang lebih prosesnya sudah dua tahun. Setelah saya menjabat dan membentuk kepengurusan baru, sekitar 10 bulan kami bergerak bersama pengurus kelompok, pengurus koperasi, anggota, didampingi SPLP dan manajer, sampai akhirnya sertifikat ISPO ini keluar,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Junefi untuk membawa koperasi menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang selama proses sertifikasi tetap memberikan dukungan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus koperasi, pengurus kelompok dan seluruh anggota masyarakat serta anggota koperasi yang sangat mendukung program ISPO ini,” katanya.
Harapan Baru untuk Harga TBS Petani
Dengan diperolehnya sertifikat ISPO, Junefi berharap posisi petani anggota koperasi semakin kuat, terutama dalam memperoleh harga TBS yang lebih baik.
Selama ini, persoalan harga menjadi salah satu perhatian utama petani. Karena itu, sertifikasi ISPO diharapkan dapat membuka peluang bagi anggota untuk memperoleh nilai jual TBS yang lebih optimal sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
“Harapan kami, dampaknya benar-benar dirasakan oleh petani. Dengan adanya sertifikat ini, mudah-mudahan seluruh anggota mendapatkan harga yang terbaik,” tegas Junefi.
Dukungan Pemerintah Kampung
Keberhasilan Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kampung Perincit.
Penghulu Perincit, Eli Zamri, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan koperasi mendapatkan sertifikat ISPO.
“Kami dari pemerintahan kampung sangat bangga dan senang dengan didapatkannya sertifikat ISPO oleh Koperasi KBPS. Ini nantinya bisa membantu masyarakat kami mendapatkan harga yang lebih baik,” ujarnya.
Pemerintah Kampung Perincit juga mendukung langkah koperasi dalam mempersiapkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), mengingat sebagian tanaman sawit masyarakat telah berusia sekitar 24 tahun.
Menurut Eli, peremajaan sangat penting untuk meningkatkan kembali produktivitas kebun masyarakat tanpa harus membuka lahan baru.
Dari Perjuangan Menjadi Harapan
Bagi Junefi, keberhasilan mendapatkan sertifikat ISPO merupakan awal dari perjuangan berikutnya. Ia ingin sertifikasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anggota, bukan hanya menjadi sebuah penghargaan administratif.
Semangatnya sederhana: koperasi harus hadir untuk memperkuat petani.
Dengan tata kelola yang semakin baik, dukungan anggota dan pemerintah kampung, serta komitmen pengurus, Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat kini menatap langkah berikutnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sawit di Kampung Perincit.
Perjuangan panjang telah berbuah sertifikat. Kini, harapan besar berada di tangan koperasi untuk menjadikan sertifikat ISPO sebagai pintu menuju harga TBS yang lebih baik, kebun yang berkelanjutan, dan kesejahteraan anggota yang semakin meningkat. (Fendi)