KONI Kepulauan Meranti kini memasuki fase penentuan kepemimpinan baru.
Dari dua figur yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, hanya satu nama yang bertahan hingga tahap akhir dan resmi ditetapkan sebagai calon Ketua Umum, yakni Hidayat Abdurrahman.
Kepastian tersebut diumumkan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi dinyatakan selesai.
Dengan demikian, bursa pemilihan Ketua Umum KONI Kepulauan Meranti mengerucut hanya pada satu kandidat.
Ketua TPP, Jefri Hidayat, menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan sejak awal. Hingga penutupan pengembalian formulir pada 4 Mei 2026, hanya Hidayat Abdurrahman yang menyerahkan dokumen pencalonan secara lengkap.
“Pendaftaran resmi sudah ditutup. Dari dua figur yang mengambil formulir, hanya satu yang mengembalikan berkas pencalonan, yakni Hidayat Abdurrahman,” ujarnya kepada wartawan.
Usai tahapan pendaftaran, TPP langsung melakukan pemeriksaan administrasi terhadap seluruh dokumen pencalonan pada 5 Mei 2026.
Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi, keabsahan syarat pencalonan, hingga kesesuaian mekanisme dengan aturan organisasi yang berlaku di tubuh KONI.
Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan, TPP kemudian menggelar rapat pleno untuk menetapkan status bakal calon menjadi calon resmi Ketua Umum KONI Kepulauan Meranti.
“Setelah verifikasi selesai, TPP melaksanakan pleno penetapan bakal calon menjadi calon dan diumumkan secara resmi sesuai tahapan yang telah dijadwalkan,” jelas Jefri.
Tahapan penjaringan Ketua Umum KONI Kepulauan Meranti sendiri dimulai sejak 29 April 2026 melalui pengumuman resmi dan konferensi pers pembukaan penjaringan.
Momentum tersebut membuka peluang bagi tokoh olahraga, pengurus cabang olahraga, maupun masyarakat yang memenuhi syarat untuk ikut bersaing memimpin organisasi olahraga terbesar di daerah itu.
TPP menetapkan seluruh proses berjalan dalam waktu yang ketat dan terukur, mulai dari pengambilan hingga pengembalian formulir pada 29 April–4 Mei 2026, verifikasi berkas pada 5 Mei, penetapan calon pada 6 Mei, hingga pengumuman resmi hasil penjaringan pada 7 Mei 2026.
Dalam menjalankan tugasnya, Jefri didampingi dua anggota TPP lainnya, yakni Lisya Kumala dan Zulkifli. Ketiganya mengawal proses penjaringan dengan komitmen menjaga transparansi, independensi, dan profesionalitas.
Menurut Jefri, integritas menjadi aspek paling penting dalam proses penjaringan karena pemilihan Ketua KONI tidak hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga menyangkut arah pembinaan dan masa depan olahraga di Kepulauan Meranti.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan objektif dan profesional, tanpa ada celah bagi praktik yang dapat merugikan organisasi maupun pihak yang terlibat,” tegasnya.
Dengan telah ditetapkannya calon resmi, publik olahraga di Kepulauan Meranti kini menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru KONI agar mampu membawa semangat perubahan, memperkuat pembinaan atlet, dan meningkatkan prestasi olahraga daerah di berbagai ajang kompetisi.(Rls)