PEKANBARU, metronews2.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pekanbaru menggelar acara Dialog Pembauran Kebangsaan dan Silaturahmi Paguyuban Suku & Etnis se-Kota Pekanbaru pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung hangat di Warkop Putra Agam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua FPK Pekanbaru, Dwi Agus Sumarno. Turut hadir memberikan sambutan, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Hendra Putra, yang hadir mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) Kota Pekanbaru.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kerukunan antara warga di ibu kota Provinsi Riau. Dari total 45 paguyuban yang terdata di Pekanbaru, sebanyak 38 paguyuban suku dan etnis menghadiri langsung agenda strategis ini.
Semangat HUT RI ke-81: Kegiatan ini mengusung semangat kemerdekaan dengan tema mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Penguatan Pembauran: Dialog bertujuan menjaga harmonisasi, toleransi, dan integrasi antar-suku yang hidup berdampingan di Pekanbaru.
Kehadiran 38 paguyuban menunjukkan komitmen kuat para tokoh adat dan etnis dalam menjaga situasi kondusif di tingkat lokal. Melalui dialog ini, FPK Pekanbaru berharap seluruh paguyuban dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi konflik sosial serta memperkokoh wawasan kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Rina Fastyalynda Syafitri, SH, memaparkan agenda utama berikutnya yang berskala lebih besar, yaitu Festival Kuliner dan Budaya Nusantara.
Festival ini mengusung tema: “Dengan Festival Kuliner dan Budaya Nusantara kita bangkitkan Cita Rasa Kuliner Tradisional Nusantara.” Rina menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah besar yang menampilkan kekayaan ragam budaya sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Setiap paguyuban dan komunitas budaya dari berbagai suku dan etnis di Pekanbaru akan menampilkan kekhasan masing-masing, meliputi:
Pakaian adat resmi daerah.
Kesenian tradisional dan pertunjukan daerah.
Tari daerah nusantara.
Musik tradisional alat musik khas.
Simbol dan identitas budaya unik.
Kreativitas generasi muda dalam melestarikan budaya.
Pemberdayaan UMKM Tradisional
Seluruh rangkaian pertunjukan seni tersebut disatukan dalam satu misi penting, yaitu sebagai wadah pemberdayaan bagi para pelaku UMKM kuliner tradisional khas budaya dari setiap suku dan etnis yang ada di Pekanbaru.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan:
Tanggal: 2 Oktober 2026 sampai dengan 28 Oktober 2026
Tempat: Taman Labuai City Walk
Alamat: Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru
Melalui rangkaian kegiatan ini, FPK Pekanbaru bersama panitia pelaksana berharap dapat membangkitkan kebanggaan atas kuliner lokal sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat Pekanbaru yang majemuk.