INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Cegah IRET, Densus 88 Beri Penyuluhan pada Kegiatan Baksos Kampung Sedekah RW05 Pematangkapau

PEKANBARU, metronews2.com – Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri turut memberikan penyuluhan pada Bakti Sosial “Kampung Sedekah RW05” Kelurahan Pematangkapau, Kecamatan Kulim. Penyuluhan khusus mengusung tema: “Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Lingkungan” ini turut dihadiri Lurah Pematangkapau, Dekri, S.Pd.

Sosialisasi yang digelar di Rumah Ketua RW05 di Jalan Sianok, Minggu 2 Agustus 2026 ini diikuti 100 peserta. Turut hadir Bhabinkamtibmas Pematangkapau, Aipda Ari Marenda S.Sos, perangkat kelurahan, RT/RW, LPM, kader Posyandu, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hang Tuah, Pekanbaru.

Personel Unit Cegah Satgaswil Riau Brigpol Tomi S.Pd M.H, pembicara Tim Densus 88 mengatakan, Sosialisasi oleh Unit Cegah Satgaswil Riau ini menyampaikan Program “Ratakan” yakni sebuah capaian kondisi, Riau tanpa ancaman dan kembangkan nilai kebangsaan. Ratakan adalah program pencegahan untuk membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan dan siap menjaga persatuan Indonesia.

“Ini merupakan program pencegahan untuk memperkuat ketahanan generasi muda melalui penguatan nilai kebangsaan, toleransi, moderasi beragama dan literasi digital. Tujuannya untuk menuju Generasi Riau Tangguh,” ujar Brigpol Tomi S.Pd M.H, pembicara Tim Densus 88, Minggu (2/8/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, ada empat target dari slogan Ratakan ini, yakni ancaman IRET. Ancaman yang harus ditangkal tersebut mulai dari sikap Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme.

Dalam kehidupan sehari-hari, kepada masyarakat, khususnya orang tua diminta agar ikut memperhatikan HP atau gadget yang dimiliki anak. Kepada Bapak ibu harus memastikan handphone anak mengakses apa, karena banyak hal yang tidak baik. Seperti Game Roblox yang banyak animasi dan ini dapat memicu anak bertindak kekerasan ketidakwajaran.

“Mari bersama kita Ratakan, kita bangun generasi Riau yang cerdas, toleran dan berkarakter,, Cegah IRET, kita jaga NKRI,” seru Tomi.

Melalui Program RATAKAN, ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda awal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, maupun Nihilistic Violent Extremism. “Pencegahan akan lebih efektif apabila dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” pungkas Tomi.

Sementara itu, Lurah Pematangkapau, Dekri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program RATAKAN yang dinilai penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mendukung penuh kegiatan pencegahan seperti ini karena memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya paham IRET dan NVE. Kami berharap masyarakat memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila serta bersama-sama menjaga lingkungan yang aman, rukun, dan kondusif,” ujar Dekri. (*)