SIAK – Sistem pengamanan kawasan Istana Siak dipertanyakan serius. Sebuah mobil Toyota Avanza berpelat BM diketahui masuk dan parkir di depan Istana Siak, Minggu (23/8/2026), meski kawasan tersebut telah disterilkan dan akses masuk sudah dipasang portal.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar: kalau kawasan Istana sudah disterilkan, bagaimana mobil bisa masuk dan parkir bebas di depan Istana?
Warga sekitar mempertanyakan lemahnya pengawasan di pintu masuk kawasan Istana. Pasalnya, masyarakat umum disebut dilarang membawa kendaraan masuk, sementara sebuah mobil justru bisa melewati portal dan berada di kawasan yang seharusnya steril.
“Kalau warga saja mau masuk dengan kendaraan langsung dilarang, kenapa mobil ini bisa masuk dan parkir di depan Istana? Siapa yang buka portal dan siapa yang memberikan izin?” ujar seorang warga.
Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar masalah parkir. Ini menyangkut keamanan kawasan Istana Siak. Jika portal dapat dibuka tanpa pengawasan yang jelas, maka fungsi portal sebagai pembatas dan pengamanan kawasan patut dipertanyakan.
“Empat pintu masuk sudah dipasang portal. Tapi mobil tetap bisa masuk. Berarti pengamanannya perlu dipertanyakan. Siapa yang pegang kunci, siapa yang jaga, dan siapa yang bertanggung jawab?” tegas warga.
Sorotan juga mengarah kepada pengawasan Dinas Pariwisata Kabupaten Siak sebagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan wisata Istana Siak.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Syafrizal, saat dikonfirmasi media, Minggu (23/8/2026), mengaku belum mengetahui kapan mobil tersebut masuk dan siapa pemiliknya.
“Saya belum tahu jam berapa mobil itu masuk. Belum dapat laporan. Nanti saya cek mobil siapa yang masuk ke Istana,” ujar Syafrizal.
Syafrizal menjelaskan, buka-tutup portal jalan masuk ke kawasan Istana biasanya dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Siak karena kunci portal berada di dinas tersebut.
Pernyataan itu justru menambah pertanyaan: jika kunci portal berada di tangan Dinas Perhubungan, siapa yang membuka portal sehingga kendaraan tersebut dapat masuk?
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Siak belum berhasil dikonfirmasi.
Warga meminta Pemkab Siak tidak menganggap persoalan ini sebagai kejadian sepele. Mereka mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap petugas yang bertanggung jawab atas portal serta ditelusuri siapa yang memberikan akses kepada kendaraan tersebut.
Istana Siak merupakan salah satu ikon sejarah dan objek wisata penting Kabupaten Siak. Jangan sampai kawasan yang diklaim steril justru mudah dimasuki kendaraan tanpa pengawasan yang jelas.
Jika akses keluar-masuk saja tidak dapat dikendalikan, wajar bila masyarakat mempertanyakan: sebenarnya seketat apa keamanan Istana Siak?
(MN2)