INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Produktivitas Petani Mitra PTPN IV di Lubuk Dalam Siak Kian Gemilang



PEKANBARU, metronews2.com – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dilangsungkan PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Bumi Lancang Kuning, Riau, PTPN IV Regional III kian menunjukkan hasil menggembirakan.

Ratusan petani mitra yang memasok tandan buah segar (TBS) sawit di Kebun Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, misalnya. Hari ini, senyum petani yang tergabung dalam tiga lembaga pekebun itu merekah bahagia kala produktivitas TBS mereka mencatatkan produktivitas di atas standar nasional.

Koperasi Produsen Unit Desa Budi Sawit, Kabupaten Siak, peserta program PSR tahap pertama tahun 2025 mencatatkan produktivitas tertinggi hingga 19,3 ton/Ha, atau setara 129 persen dari standar PPKS sebesar 15 ton/Ha.

Kinerja serupa dibukukan Koperasi Produsen Unit Desa Lembah Sawit dengan produktivitas 17,4 ton/Ha atau mencapai 116,15 persen dari standar nasional. Begitu juga dengan Koperasi Produsen Karya Tani mencatatkan produktivitas 13,3 ton/Ha.

PTPN IV sendiri mengusung empat inisiatif dalam menyukseskan program PSR sebagai bagian mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.

Diawali dari inisiatif kebijakan single management dalam pengelolaan kebun hingga jaminan produksi di atas standar nasional, penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya melalui Pembinaan Off-taker berupa jaminan harga dan penyerapan hasil panen,hingga pendampingan teknis tata kelola perkebunan anggota koperasi.

“Melalui program PSR ini, petani mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dan tentu sulit dilakukan secara mandiri,” kata Ketua Koperasi Produsen Unit Desa Budi Sawit, Suwardi.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Produsen Unit Desa Lembah Sawit, Suparman. Ia menilai keberhasilan program PSR tidak semata-mata terletak pada peremajaan tanaman, tetapi juga pada pembenahan sistem pengelolaan perkebunan dan penguatan kelembagaan petani.

Menurut dia, keterlibatan PTPN IV Regional III melalui pendampingan dan penerapan tata kelola yang lebih terarah membantu koperasi meningkatkan kapasitas pengelolaan kebun sekaligus mendorong petani menerapkan praktik budidaya yang lebih baik.

“Peremajaan tanaman menjadi titik awal. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kebun dikelola setelah diremajakan. Dengan sistem single management, bibit unggul bersertifikat, serta pendampingan dari PTPN IV, pengelolaan kebun menjadi lebih terarah. Kelembagaan koperasi juga semakin kuat sehingga petani bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Karya Tani, Sanimin, menyebut program PSR memberikan kesempatan bagi petani untuk membangun kembali kebun dengan fondasi yang lebih baik. Ia berharap pola kemitraan dan pendampingan yang berjalan saat ini dapat terus dipertahankan hingga tanaman memasuki masa menghasilkan secara optimal.

“Petani tentu ingin kebunnya produktif dalam jangka panjang. Melalui PSR, kami mendapat dukungan mulai dari peremajaan, penggunaan bibit unggul, hingga pendampingan pengelolaan kebun. Ini menjadi bekal penting bagi petani agar kebun yang diremajakan nantinya mampu memberikan hasil yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Sanimin.

Ketiga koperasi tersebut menjalankan program PSR secara bertahap. Koperasi Produsen Unit Desa Budi Sawit telah merealisasikan PSR tahap pertama seluas 90 hektare pada 2020. Sukses tahap pertama, koperasi tersebut kembali melangsungkan PSR tahap kedua seluas 66 hektare pada 2025.

Koperasi Produsen Unit Desa Lembah Sawit melaksanakan PSR tahap pertama seluas 160 hektare pada 2020, disusul rencana tahap kedua seluas 173,2469 hektare pada 2026 ini. Adapun Koperasi Produsen Karya Tani telah merealisasikan PSR tahap pertama seluas 214 hektare pada 2021 dan merencanakan tahap kedua seluas 122,9623 hektare pada 2026.

Pelaksana tugas Region Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, mengatakan capaian produktivitas petani mitra tersebut menjadi bukti bahwa program PSR yang disertai tata kelola dan pendampingan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan perkebunan rakyat.

Menurut dia, keempat elemen yang diusung oleh PTPN IV tersebut merupakan bagian penting dalam membangun perkebunan rakyat yang produktif dan memiliki daya saing.

“Keberhasilan PSR tidak cukup diukur dari berapa luas lahan yang diremajakan. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebun tersebut dikelola, tumbuh, dan akhirnya menghasilkan produktivitas yang optimal. Karena itu, PTPN IV Regional III mendorong pendekatan pengelolaan yang terintegrasi, penggunaan bibit unggul bersertifikat, serta penguatan kelembagaan pekebun,” demikian Sori.(*)