INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Air Surut, Derita Masih Tertinggal: Warga Aceh Tamiang Butuh Uluran Tangan Hamba Allah.

Aceh Tamiang – Banjir memang telah surut, namun duka dan kesulitan masih dirasakan warga Aceh Tamiang. Lumpur tebal masih menempel di rumah-rumah, peralatan rusak, dan aktivitas warga belum sepenuhnya pulih. 

Di tengah keterbatasan itu, kepedulian dan gotong royong menjadi satu-satunya harapan.

Kondisi ini sampai ke telinga Farizal, mantan Anggota DPRD Siak pada masa Bupati Arwin AS.

 Lewat komunikasi dengan warga Aceh Tamiang, Farizal mengaku rindu dan ingin segera ke tanah Aceh  untuk turun langsung membantu korban banjir.

“Subhanallah, bapak rindu mau segera ke Aceh Tamiang. Ingin ikut anak-anak dan tim bersih-bersih lumpur, mendoakan, dan mudah-mudahan ada rezeki dari hamba Allah untuk membantu membeli alat-alat yang dibutuhkan,” ujar Farizal dengan nada haru.

Saat ini, anak-anak muda dan relawan setempat masih terus melakukan pembersihan rumah warga dengan peralatan seadanya. 

Mereka bahkan masih membutuhkan bahan bakar dan perlengkapan pendukung untuk operasional bersih-bersih pasca banjir.

Di sisi lain, bantuan yang telah diberikan sebelumnya sangat dirasakan manfaatnya. Salah seorang warga Aceh Tamiang menyampaikan rasa syukur melalui pesan WhatsApp kepada Farizal.

“Pagi ini pak, Alhamdulillah mesin yang bapak berikan sangat membantu. Saat ini kami gunakan untuk laundry karena mesin cuci kami rusak dan masih dalam proses perbaikan,” ungkapnya.

Farizal juga menaruh perhatian pada kondisi warga yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang. Ia berharap bisa segera hadir langsung dan, jika Allah mengizinkan, menyalurkan kembali bantuan.

“Kalau ada rezeki, sedekah dari hamba Allah, kita niatkan beli mesin cuci besar yang baru agar bisa dipakai bersama,” tuturnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa musibah tidak hanya datang saat air meluap, tetapi juga saat warga harus bangkit kembali dengan keterbatasan.

 Uluran tangan para dermawan sangat dibutuhkan, sekecil apa pun bantuannya, untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang.

Semoga Allah membalas setiap niat baik dan sedekah hamba-hamba-Nya dengan pahala berlipat ganda. Aamiin.(Fen)