SIAK – Aksi pencurian disertai mutilasi terhadap rusa terjadi di penangkaran rusa kawasan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Senin subuh (16/3/2026). Satu ekor rusa diduga disembelih di lokasi oleh pelaku dan dibawa kabur, sementara satu ekor rusa lainnya ditemukan dengan kondisi kaki patah dan akhirnya mati.
Kepala Bidang pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak, Paul, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari petugas penangkaran pada Senin pagi.
Petugas menemukan sisa organ berupa perut rusa di sisi selatan area penangkaran. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa pelaku menyembelih rusa di lokasi sebelum membawa kabur dagingnya.
“Setelah kami cek bersama pihak kepolisian, memang ada bekas pemotongan. Rusanya dipotong, perutnya dikeluarkan, tetapi bangkai rusanya tidak ada. Jadi yang tertinggal hanya bagian perutnya saja,” jelas Paul.
Lokasi temuan berada di bagian selatan penangkaran yang berdekatan dengan jalan lintas, sehingga diduga memudahkan pelaku melarikan diri setelah melakukan aksi.
Dari hasil pengecekan sementara, satu ekor rusa dipastikan hilang. Selain itu, petugas juga menemukan satu rusa lain dalam kondisi memprihatinkan dengan dugaan kaki patah dan tidak mampu berdiri.
“Waktu kami cek, rusa itu masih hidup tapi pincang dan tidak bisa berdiri. Namun sekitar satu jam kemudian saat kami kembali mengecek, kondisinya sudah meninggal,” ujar Paul.
Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Resor Siak dan masih dalam penyelidikan.
Aparat diharapkan segera mengungkap pelaku sekaligus meningkatkan pengawasan di area penangkaran agar kejadian serupa tidak terulang.