SIAK – Keluhan warga terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, kembali mencuat. Persoalan air yang dikelola Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas terkait dinilai belum kunjung tuntas, bahkan warga mengaku hampir setiap minggu harus menghadapi gangguan.
Bukan hanya air tidak mengalir, warga juga mengeluhkan kualitas air yang disalurkan ke rumah-rumah. Dalam beberapa kesempatan, air disebut berwarna biru, keruh hingga hitam.
Kondisi tersebut tentu membuat warga mempertanyakan kualitas pelayanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Setiap minggu ada saja masalah. Kadang air tidak jalan, kadang air yang keluar warnanya aneh. Pernah keruh, bahkan ada yang hitam,” keluh salah seorang warga Kota Siak.
Keluhan kembali terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sejumlah warga mengaku aliran air PAM kembali tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Informasi yang beredar di salah satu grup WhatsApp warga Kota Siak menyebutkan bahwa gangguan tersebut diduga disebabkan kebocoran pada pipa induk.
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa air PAM belum dapat disalurkan karena adanya kebocoran pipa induk.
Namun, hingga kini warga mempertanyakan mengapa persoalan serupa seolah terus berulang tanpa solusi permanen.
Bukan Sekadar Air Tak Mengalir, Kualitas Air Juga Dipertanyakan
Persoalan pelayanan air bersih di Kota Siak bukan hanya berkaitan dengan distribusi yang terhenti. Warga juga menyoroti kualitas air yang diterima di rumah.
Air yang seharusnya jernih dan layak digunakan justru dalam sejumlah kejadian dilaporkan berwarna biru, keruh bahkan hitam.
Lebih memprihatinkan, warga juga mengaku pernah menerima air yang kondisinya menyerupai air Sungai Siak yang berwarna gelap.
Jika kondisi tersebut benar terjadi, masyarakat menilai pemerintah daerah perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengolahan, jaringan perpipaan hingga kualitas air sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
“Kami tidak meminta yang macam-macam. Kami hanya ingin air bersih yang layak. Kalau setiap minggu bermasalah, kapan pelayanan ini bisa normal?” ujar warga lainnya.
Warga Minta Bupati Evaluasi Pengelolaan Air PAM
Berulangnya persoalan tersebut membuat sebagian warga meminta Bupati Siak melakukan evaluasi terhadap pejabat atau bidang yang bertanggung jawab atas pelayanan air PAM.
Menurut warga, evaluasi diperlukan untuk mengetahui akar persoalan sebenarnya. Apakah masalah berada pada kondisi jaringan pipa, instalasi pengolahan, kemampuan teknis petugas, sistem pemeliharaan, atau persoalan lainnya.
Warga berharap pemerintah tidak hanya turun ketika terjadi gangguan, tetapi membangun sistem pemeliharaan yang mampu mencegah kerusakan berulang.
“Kalau setiap minggu ada masalah, tentu harus ada evaluasi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari buruknya pelayanan,” kata warga.Kabudb
Kabid Air PAM Belum Memberikan Tanggapan
Sementara itu, Memet, Kabid yang menangani air PAM Kabupaten Siak, ketika dikonfirmasi media terkait gangguan pelayanan air bersih dan keluhan warga tersebut, hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban.