SIAK — Dugaan adanya praktik monopoli proyek di lingkungan PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali menjadi sorotan. Farizal meminta manajemen PT BSP, khususnya oknum manajer dan jajaran di bawahnya, tidak bermain dalam pengadaan maupun membekingi kontraktor, supplier, atau vendor tertentu.
Farizal menduga, praktik yang disebutnya telah berlangsung sejak lama tersebut berpotensi menciptakan monopoli proyek di lingkungan perusahaan daerah tersebut.
“Jangan bermain proyek atau membacking kontraktor, supplier maupun vendor yang sudah terang-terangan sejak dulu menciptakan monopoli proyek di lingkungan PT BSP,” tegas Farizal.
Menurut Farizal, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut tata kelola perusahaan dan kesempatan yang seharusnya terbuka secara sehat bagi para pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan subkontraktor maupun anak perusahaan yang bekerja di lingkungan PT BSP. Farizal mempertanyakan sejauh mana keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kontribusi terhadap kinerja PT BSP.
“Perusahaan subkontraktor maupun anak perusahaan PT BSP harus memberikan kontribusi. Jangan sampai justru persoalan tata kelola seperti ini menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi perusahaan,” ujarnya.
Farizal menegaskan, pihaknya akan terus memantau proses pekerjaan dan pengadaan proyek di lingkungan PT BSP. Jika dugaan praktik monopoli maupun keberpihakan kepada pihak tertentu kembali ditemukan, ia menyatakan akan mengungkapnya kepada publik disertai data dan informasi pendukung.
“Kita akan pantau dan expose jika kelakuan yang tidak terpuji ini masih dilakukan,” tegasnya.
Farizal berharap manajemen PT BSP dapat memastikan seluruh proses pengadaan proyek berjalan transparan, profesional, dan memberikan kesempatan yang adil kepada kontraktor, supplier maupun vendor sesuai ketentuan yang berlaku.(MN2)