INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Momen Haru! Bupati Afni Lepas Kaos Kaki Sendiri untuk Anak SD, Aksi Spontan yang Menyentuh Hati

SIAK — Sebuah momen sederhana, tetapi sarat makna, terjadi saat Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri penyerahan simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sekaligus program revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak.

Di tengah kegiatan tersebut, Afni mendapati seorang anak sekolah dasar (SD) tidak mengenakan kaos kaki. Tanpa banyak bicara, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu secara spontan melepas kaos kaki yang dikenakannya, lalu memasangkannya langsung ke kaki sang anak.

Aksi spontan tersebut menjadi potret perhatian seorang pemimpin terhadap anak-anak, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Tidak ada seremoni khusus, tidak pula persiapan sebelumnya. Afni langsung bertindak ketika melihat kondisi anak tersebut.

Momen itu memperlihatkan bahwa perhatian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kebijakan besar. Terkadang, kepedulian justru hadir melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus.

Bagi seorang anak, sepasang kaos kaki mungkin terlihat sepele. Namun, bagi anak yang tidak memilikinya saat itu, perhatian tersebut bisa menjadi pengalaman yang membekas.

Sikap Afni juga menjadi pengingat bahwa pemimpin bukan hanya dituntut menyelesaikan persoalan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keadaan masyarakat yang ditemuinya secara langsung.

517 Siswa Terima Bantuan PIP

Di balik momen humanis tersebut, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan rasa syukurnya atas penyerahan simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi tahun 2026.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi NasDem, OK Fachru Hidayat, bersama Anggota DPD RI daerah pemilihan Riau, Arif Eka Saputra.

“Alhamdulillah, penyerahan simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi tahun 2026. Ada sekitar 517 penerima pada kesempatan ini, dan insyaallah akan terus diperjuangkan di masa-masa yang akan datang,” ujar Afni.

Menurutnya, bantuan PIP merupakan salah satu bentuk dukungan untuk membantu siswa agar dapat terus mengenyam pendidikan. Upaya memperjuangkan bantuan pendidikan tersebut diharapkan bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak anak di Kabupaten Siak yang memperoleh manfaat.

86 Sekolah di Siak Dapat Revitalisasi, Anggaran Rp54,21 Miliar

Selain memperjuangkan bantuan bagi siswa, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong perbaikan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.

Afni menyebutkan, hingga Selasa, 27 Oktober 2026, sebanyak 86 sekolah di Kabupaten Siak telah mendapatkan program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp54,21 miliar.

“Termasuk perjuangan untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah. Alhamdulillah, per Selasa, 27 Oktober 2026, sudah 86 sekolah di Siak yang mendapatkan revitalisasi, dengan total anggaran mencapai Rp54,21 miliar,” ungkapnya.

Afni menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan agar seluruh usulan revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak dapat diterima sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para siswa dan tenaga pendidik.

“Kami terus berjuang agar seluruh usulan revitalisasi sekolah dapat diterima dan langsung dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Kepedulian Kecil, Makna Besar

Momen Afni memberikan kaos kakinya kepada seorang anak SD menjadi sisi lain dari upaya pemerintah dalam membangun sektor pendidikan.

Pembangunan sekolah membutuhkan anggaran miliaran rupiah, sementara bantuan pendidikan membantu meringankan kebutuhan siswa. Namun, di antara semua program tersebut, kepedulian terhadap kebutuhan sederhana seorang anak juga memiliki arti tersendiri.

Sebab, pendidikan bukan hanya tentang gedung yang bagus, ruang kelas yang layak, atau bantuan yang disalurkan. Pendidikan juga menyangkut perhatian, rasa aman, dan kepedulian agar setiap anak merasa dihargai.

Dari sepasang kaos kaki yang diberikan secara spontan, tersirat pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perhatian.

Dan terkadang, nilai kemanusiaan seorang pemimpin justru terlihat dari tindakan sederhana yang dilakukannya ketika tidak ada yang mengharapkannya. (Fendi)