SIAK – Warga Kota Siak dihebohkan dengan penemuan seekor buaya berukuran sekitar lima meter yang ditemukan mati dan mengapung hanyut di Sungai Siak, tepatnya tidak jauh dari Jembatan Kaca dan di depan kawasan Istana Siak, Minggu (30/8/2026).
Bangkai buaya tersebut pertama kali terlihat oleh seorang warga yang sedang menggunakan jasa penyeberangan dari Kota Siak menuju Mempura. Saat berada di tengah perjalanan, warga tersebut melihat seekor buaya dalam kondisi mati terlentang mengapung terbawa arus sungai.
Temuan itu kemudian menjadi perhatian warga dan langsung direkam serta disebarluaskan melalui media sosial.
Dari video dan informasi yang beredar, kondisi bangkai buaya terlihat sudah mulai membusuk. Ukurannya pun cukup besar, diperkirakan memiliki panjang sekitar lima meter.
Yang menjadi perhatian, muncul dugaan bahwa buaya tersebut tidak mati secara alami, melainkan diduga dibunuh oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pemeriksaan dari pihak berwenang.
Kematian satwa liar berukuran besar di Sungai Siak ini tentu menimbulkan pertanyaan serius. Apalagi lokasi penemuan berada di kawasan yang menjadi salah satu ikon wisata dan pusat aktivitas masyarakat Kota Siak.
Warga berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengevakuasi bangkai buaya sekaligus melakukan pemeriksaan guna memastikan penyebab kematiannya.
Jika benar ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kematian akibat perbuatan manusia, masyarakat meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan begitu saja dan pelakunya dapat ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kematian buaya tersebut maupun langkah penanganan terhadap bangkainya. (MN2)