Siak – Bupati Siak, Afni, mengambil langkah tegas dengan memanggil seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Siak.
Pemanggilan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formalitas, melainkan konsolidasi serius untuk memastikan dunia usaha ikut bertanggung jawab membangun daerah yang selama ini menjadi sumber keuntungan mereka.
Secara maraton dalam pekan ini hingga minggu depan, Afni menggelar sembilan sesi pertemuan. Setiap sesi dihadiri lima perusahaan lintas sektor, mulai dari perkebunan, industri, hingga migas. Pola bertahap ini dirancang agar pembahasan tidak normatif, melainkan langsung mengerucut pada komitmen konkret dan eksekusi di lapangan.
“Siak adalah rumah bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perusahaan yang mengambil manfaat ekonomi di daerah ini wajib ikut berkontribusi,” tegas Afni dalam pertemuan tersebut.
Infrastruktur Rusak Jadi Sorotan.
Salah satu isu paling krusial yang dibahas adalah kondisi jalan berlubang di sejumlah titik yang dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah secara terbuka meminta perusahaan—terutama yang aktivitas operasionalnya menggunakan kendaraan berat—untuk ikut bertanggung jawab dalam perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur.
Kerusakan jalan dinilai tidak bisa lagi hanya dibebankan pada APBD. Jika aktivitas distribusi dan produksi perusahaan berkontribusi terhadap penurunan kualitas jalan, maka sudah sepatutnya ada keterlibatan langsung dalam perbaikan.
CSR Harus Tepat Sasaran, Ribuan Warga Miskin Butuh Bantuan.
Dalam forum tersebut, Afni juga menekankan agar program Corporate Social Responsibility (CSR) tidak lagi bersifat seremonial atau sekadar formalitas laporan tahunan.
Ribuan warga miskin di Kabupaten Siak membutuhkan intervensi nyata—baik dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga perbaikan rumah layak huni.
Pemerintah daerah juga mendorong agar zakat perusahaan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Siak agar distribusinya terdata, terukur, dan tepat sasaran.
Selain itu, isu prioritas tenaga kerja lokal dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut menjadi pembahasan penting. Pemkab Siak ingin memastikan investasi yang masuk benar-benar menciptakan efek domino bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinyal Kuat Era Baru.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa era perusahaan berjalan sendiri tanpa sinergi dengan pemerintah daerah telah berakhir. Pemkab Siak menegaskan kolaborasi bukan lagi imbauan moral, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen bersama membangun daerah secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan terstruktur dan terukur, pemerintah berharap lahir kesepakatan konkret yang bisa segera dieksekusi. Investasi di Siak harus menghadirkan dampak nyata—jalan yang layak, masyarakat yang berdaya, dan kesejahteraan yang merata—bukan sekadar keuntungan sepihak.
Kini, seluruh elemen dituntut bergerak bersama. Karena Siak bukan hanya tempat berusaha, tetapi rumah yang wajib dijaga dan dibangun secara adil untuk semua.