Siak — Lomba layang-layang sampuk atau adu layang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemain. Permainan ini mengandalkan kekuatan benang berlapis serbuk kaca serta keterampilan pemain dalam mengendalikan layang-layang agar tidak putus saat beradu dengan lawan.
Perlombaan adu layang sampuk yang telah digelar Siak selama tiga hari ini akan memasuki babak final pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di turap depan Klenteng Hock Siu Khiong, Kabupaten Siak.
Ratusan peserta ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini, tidak hanya dari Kabupaten Siak tetapi juga dari daerah lain. Salah satunya Nazrianto, peserta dari Pakning, Kabupaten Bengkalis.
Nazrianto mengaku puas dengan penyelenggaraan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang hiburan sekaligus mempererat silaturahmi antar hobi pemai layang-layang.
“Selama ini jarang ada pertandingan seperti ini. Kami senang bisa ikut bertanding, sekaligus bertemu dan berkenalan dengan kawan-kawan baru,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun depan dengan persiapan yang lebih meriah. Dari Pakning sendiri, terdapat sembilan peserta yang ikut bertanding.
“Pesertanya sekitar 180 orang. Untuk masuk ke babak empat besar harus menang enam kali pertandingan,” tambahnya.
Lomba adu layang sampuk ini tidak hanya menjadi hiburan bagi orang dewasa, tetapi juga menarik perhatian anak-anak dan masyarakat yang datang menyaksikan jalannya pertandingan.