INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Tiga Mitra Tak Hadir di Raker PWRI Siak, Khaidir Kecewa: Aspirasi Pensiunan ASN Mau Disampaikan ke Siapa?

SIAK — Kekecewaan tak bisa disembunyikan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Siak, Drs. H. Khaidir, S.Pd., saat tiga mitra yang diundang tidak hadir dalam Rapat Kerja (Raker) PWRI Kabupaten Siak Tahun 2026 di Hotel Winaria, Jalan Sutomo, Selasa (13/10/2026).

Tiga mitra yang tidak hadir tersebut adalah Bank Mandiri, Bank BRI, dan Taspen. Padahal, kehadiran mereka dinilai penting karena para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) memiliki berbagai persoalan dan aspirasi yang ingin disampaikan, terutama menyangkut pelayanan pembayaran dana pensiun.

Bagi Khaidir, Raker bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi para pensiunan untuk menyampaikan langsung berbagai masukan kepada lembaga yang selama ini berkaitan dengan pelayanan mereka.

Namun, ketika tiga mitra yang diundang justru tidak hadir, kesempatan untuk berdialog dan menyampaikan persoalan itu pun tidak berjalan sebagaimana diharapkan.

“Kami kecewa karena tiga mitra yang diundang tidak hadir. Padahal, banyak unek-unek yang ingin disampaikan oleh anggota PWRI, terutama mengenai pelayanan pembayaran dana pensiunan ASN,” ungkap Khaidir kepada wartawan.

Ia menyayangkan ketidakhadiran tersebut karena para pensiunan membutuhkan ruang komunikasi untuk menyampaikan pengalaman, kendala, maupun harapan mereka terhadap pelayanan yang diterima.

“Kami juga punya jasa terhadap perkembangan perbankan di negeri ini,” demikian penekanan Khaidir, mengingat para anggota PWRI merupakan mantan ASN yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun sebelum memasuki masa pensiun.

Menurutnya, para pensiunan bukan sekadar nasabah yang datang untuk menerima hak pensiun setiap bulan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang telah melewati masa pengabdian panjang dan layak mendapatkan pelayanan serta perhatian yang baik.

Karena itu, kehadiran mitra dalam forum resmi seperti Raker PWRI sangat diharapkan. Selain untuk mempererat kemitraan, pertemuan tersebut semestinya menjadi kesempatan mendengarkan langsung suara para pensiunan.

Khaidir berharap ketidakhadiran tiga mitra itu menjadi perhatian bersama. Sebab, ketika organisasi telah meluangkan waktu untuk mengundang dan menyediakan forum, kehadiran pihak terkait sangat berarti agar persoalan yang ada bisa dibicarakan secara langsung.

Apresiasi untuk BRK Syariah dan BSI

Di tengah kekecewaan tersebut, Khaidir tetap menyampaikan apresiasi kepada Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kabupaten Siak yang hadir memberikan perhatian dan pelayanan kepada para pensiunan ASN anggota PWRI.

Ia juga berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Siak yang telah memberikan pencerahan mengenai kesehatan kepada para anggota.

Sementara itu, Raker PWRI Siak 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten III Setdakab Siak, Hendro, yang mewakili Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli.

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Hendro, PWRI diharapkan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Siak, memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta melanjutkan pengabdian kepada masyarakat meskipun para anggotanya telah purnatugas.

Bagi PWRI Siak, pengabdian memang tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Namun, para pensiunan juga berharap lembaga-lembaga yang menjadi mitra mereka tetap membuka ruang komunikasi dan mendengarkan aspirasi.

Raker seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan anggota dengan pihak yang memberikan pelayanan. Ketika mitra yang diundang tidak hadir, kekecewaan yang disampaikan Ketua PWRI menjadi pengingat bahwa kemitraan bukan hanya soal hubungan formal, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama. (Fendi)