Jakarta – Di awal bulan suci, Bupati Siak memulai langkah strategis dengan bertemu langsung Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Wisma Mulia, Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat sektor migas sebagai tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam suasana penuh komitmen dan semangat kolaborasi, Bupati Siak menegaskan bahwa pengelolaan sektor migas, khususnya melalui BUMD Bumi Siak Pusako (BSP), merupakan prioritas utama pemerintah daerah di tengah tantangan fiskal akibat pemangkasan transfer pusat.
“BSP adalah salah satu nyawa fiskal Siak hari ini. Tanggung jawab sebagai pemegang saham mayoritas wilayah kerja migas produktif menuntut keseriusan, profesionalitas, dan integritas,” tegas Bupati.
BSP Mulai Rebound di 2026
Setelah menghadapi tantangan berat pada 2024 akibat peristiwa congeal yang menyebabkan kerugian hingga 14 juta USD dan berdampak pada penurunan deviden tahun 2025, kini kinerja BSP menunjukkan tren positif.
Memasuki tahun 2026, deviden diproyeksikan meningkat. Hal ini menjadi sinyal bahwa pembenahan tata kelola dan penguatan manajemen mulai membuahkan hasil.
Tiga Agenda Strategis Tahun 2026.
Sebagai bagian dari roadmap kebangkitan BSP, Pemerintah Kabupaten Siak menargetkan tiga agenda besar yang harus tuntas tahun ini:
1. Penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP) 7 Sumur
KKP merupakan kewajiban strategis yang harus dipenuhi agar pengelolaan wilayah kerja tetap berada di tangan BSP. Regulasi dan pedoman kerja sama telah diselesaikan, dan tahapan kemitraan akan segera berjalan.
Diharapkan eksplorasi baru dapat meningkatkan lifting produksi.
2. Pengadaan Pipa Baru melalui Skema Kemitraan
Pipa lama yang telah melewati masa operasional akan diganti dengan sistem perpipaan baru.
Dengan adanya pipa baru, biaya distribusi melalui trucking dapat ditekan signifikan. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi legacy jangka panjang bagi peningkatan PAD Siak.
3. Penetapan Direksi Definitif secara Profesional dan Terbuka
Pemerintah memastikan proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) direksi BSP dilakukan secara profesional, transparan, dan melibatkan kalangan independen. Langkah ini penting untuk memastikan BSP dikelola oleh figur-figur terbaik dan berintegritas.
Evaluasi dan Penguatan SDM.
Selain agenda utama tersebut, evaluasi manajemen dan tata kelola kepegawaian juga menjadi perhatian serius. Uji kompetensi karyawan akan dilakukan agar BSP benar-benar diisi tenaga profesional sesuai bidangnya, selaras dengan visi pembangunan daerah.
Hampir sembilan bulan menjabat, Bupati Siak menyampaikan optimisme bahwa BSP berada di jalur yang tepat menuju kebangkitan.
Fokus utama pemerintah adalah memastikan output kerja terukur, terutama dalam bentuk deviden yang stabil dan meningkat demi kesejahteraan masyarakat.
“Fa inna ma’al usri yusra. Di tengah tantangan, selalu ada kemudahan. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar kekayaan alam Siak dikelola secara amanah dan memberi ruang bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi maksimal bagi Negeri Istana,” tutupnya.