INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Afni Safari Ramadan di Kecamatan Dayun, Antar Langsung Zakat ke Rumah Warga.

Siak – Senja belum sepenuhnya turun ketika deru sepeda motor itu menyusuri jalanan kampung yang ada di Kecamatan Dayun. 

Tak ada protokoler berlebihan, tak ada jarak yang dibuat-buat. Di bulan suci Ramadan, Bupati Siak Afni memilih cara yang sederhana namun sarat makna: mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk mengantarkan zakat.

Di pelosok Kecamatan Dayun, pintu-pintu rumah diketuk satu per satu. Di baliknya, para lansia dan warga kurang mampu menyambut dengan mata berkaca-kaca. Ada tangan renta yang bergetar saat menerima bantuan, ada doa lirih yang terucap penuh harap.

Biasanya, penerima bantuan dikumpulkan di satu tempat. Namun kali ini berbeda. Kepala daerah itu yang datang, menyapa, duduk, dan mendengar cerita kehidupan mereka. Ramadan menjadi lebih hangat bukan karena lampu-lampu hias, tetapi karena kepedulian yang hadir tanpa sekat.

Di Kampung Pangkalan Makmur, seorang nenek tampak tak kuasa menahan haru saat menerima zakat yang diserahkan langsung oleh Bupati. Bagi sebagian orang mungkin itu sekadar bantuan, tetapi bagi mereka di pelosok, itu adalah bukti bahwa mereka tidak dilupakan.

“Ngabuburitnya bersama warga kampung saja. Jika biasanya penerima bantuan dikumpulkan, kali ini kami yang datang mengetuk langsung rumah-rumah rakyat. Terima kasih atas sambutan hangat dari warga Pangkalan Makmur, Kecamatan Dayun,” ujar Afni dengan nada penuh kehangatan.

Safari Ramadan itu bukan hanya tentang menyalurkan zakat. Ia menjadi ruang silaturahmi, tempat keluh kesah disampaikan tanpa jarak. 

Setiap cerita tentang kebutuhan hidup, tentang jalan rusak, tentang harapan anak-anak, dicatat untuk dibawa ke forum Musrenbang mendatang.

Ramadan tahun ini di Dayun terasa berbeda. Di tengah keterbatasan dan kesederhanaan, hadir kepedulian yang nyata. Sebab bagi warga di sudut-sudut kampung, yang paling menguatkan bukan hanya bantuan yang diterima, tetapi rasa diperhatikan dan dihargai.

Dan di balik senja yang perlahan menghilang, doa-doa pun mengalir — semoga kepedulian seperti ini tak berhenti di Ramadan saja.