Siak – Bupati Siak menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah runtuhnya lantai dua bangunan bersejarah Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Sabtu (31/1/2026), yang mengakibatkan sejumlah anak sekolah dan seorang guru menjadi korban.
Bupati menegaskan, keselamatan dan penanganan korban menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Siak. Seluruh korban telah dan sedang mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Pemkab Siak memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis maksimal. Untuk korban yang membutuhkan perawatan lanjutan, kita sudah fasilitasi rujukan,” ujar Bupati.
Berdasarkan laporan terbaru hingga pukul 17.28 WIB, satu anak atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa dirujuk ke RS Arifin Achmad Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, lima anak masih menunggu hasil pembacaan rontgen dengan keluhan cedera di bagian kaki dan kepala. Tiga anak lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan lanjutan di puskesmas terdekat. Seorang guru yang turut menjadi korban juga telah kembali ke rumah.
Bupati juga memerintahkan OPD terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan Tangsi Belanda serta objek wisata bersejarah lainnya di Kabupaten Siak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita tidak ingin ada korban berikutnya. Evaluasi dan pengamanan lokasi akan dilakukan secara serius,” tegasnya.
Saat ini, lokasi kejadian telah diamankan dan aktivitas wisata di Tangsi Belanda dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan struktur bangunan selesai dilakukan.