INTERNET SEHAT

INTERNET SEHAT

Bupati Siak Hidupkan Tradisi Petang Megang.Tetap Tuntaskan Kewajiban, dan Perjuangkan Hak Daerah.

SIAK – Komitmen menjaga jati diri budaya sekaligus memperkuat fondasi keuangan daerah terus ditunjukkan Bupati Siak melalui langkah nyata di awal Ramadan tahun ini.

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Siak tetap menghidupkan kembali tradisi kampung lama Petang Megang atau Mandi Belimau yang dipusatkan di Lapangan Siak Bermadah, tepian Sungai Jantan, tepat di depan Istana Siak Sri Indrapura.

Tradisi yang sarat nilai spiritual dan budaya Melayu ini dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna. Bupati menegaskan, pelestarian budaya bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan generasi muda Siak tetap mengenal akar sejarahnya.

“Kita ingin anak cucu tidak lupa dari mana asalnya. Budaya adalah identitas, dan identitas harus dijaga,” menjadi pesan kuat dalam momentum tersebut.

Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan seperti Koto Gasib dan Tualang. Ke depan, tradisi ini diharapkan menjadi agenda tetap yang memperkuat karakter religius dan budaya masyarakat Siak Sri Indrapura.

Prioritaskan Hak Guru di Tengah Tantangan Fiskal.

Di bidang tata kelola pemerintahan, komitmen Bupati juga terlihat dari keberhasilan Pemkab Siak membayarkan gaji 853 guru ASN P3K Paruh Waktu (PW) dan tenaga kependidikan untuk dua bulan sekaligus (Januari–Februari), tepat sehari menjelang Ramadan.

Pembayaran ini melalui proses administrasi yang cukup panjang dan menjadi bukti bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Di tengah kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya pulih, langkah tersebut diapresiasi sebagai bentuk keberpihakan terhadap tenaga pendidik.

Pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah kewajiban dan tanggungan yang harus diselesaikan. Namun, dengan kerja keras dan doa masyarakat, berbagai persoalan fiskal diyakini dapat ditangani secara bertahap dan terukur.

Perjuangan Hak Daerah dan Dukungan Provinsi.

Dalam pertemuan bersama Plt Gubernur Riau, Bupati Siak juga menyampaikan langsung kondisi fiskal daerah, termasuk persoalan kurang salur provinsi ke kabupaten. Hasilnya, terdapat komitmen dari Pemerintah Provinsi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut dalam tahun berjalan.

Langkah ini menjadi angin segar bagi stabilitas keuangan daerah serta mendukung kelangsungan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Siak.

Safari Ramadan dan Kepedulian Sosial.

Memasuki bulan suci, Bupati Siak telah menyiapkan rangkaian safari Ramadan ke berbagai kecamatan. Kegiatan akan diisi dengan ngabuburit bersama warga, buka puasa bersama, salat tarawih, tadarus, i’tikaf, hingga sahur bersama masyarakat.

Selain itu, Bupati juga dijadwalkan menghadiri tabligh akbar safari Ramadan bersama Abdul Somad di wilayah Siak.

Di sela agenda pemerintahan, Bupati menyempatkan diri mengunjungi warga terdampak musibah kebakaran di Buantan Besar II sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat.

Tak hanya fokus pada agenda lokal, di hari perdana puasa Bupati juga bertolak ke Jakarta untuk memperjuangkan hak-hak Kabupaten Siak di tingkat pusat.

 Prinsipnya jelas, sekecil apa pun peluang untuk kepentingan rakyat harus diikhtiarkan secara maksimal.

Melalui langkah pelestarian budaya, penuntasan kewajiban kepada guru, komunikasi aktif dengan pemerintah provinsi, serta konsistensi memperjuangkan hak daerah, Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan komitmen membangun Siak yang berakar pada budaya, kuat secara spiritual, dan tangguh secara fiskal.